BerandaBerita CiamisTragedi Maut di Jembatan Cirahong 1955, Puluhan Penumpang Kereta Api Tewas di...

Tragedi Maut di Jembatan Cirahong 1955, Puluhan Penumpang Kereta Api Tewas di Perbatasan Ciamis-Tasikmalaya

Tragedi maut Jembatan Cirahong yang melibatkan kereta api ekspres rute Jogja menuju Bandung menelan puluhan korban jiwa. Pihak otoritas menduga laju kendaraan terlalu kencang saat melintasi tikungan tajam sebelum memasuki area jembatan Cirahong.

harapanrakyat.com,- Tragedi maut Jembatan Cirahong tahun 1955 renggut puluhan nyawa penumpang kereta api. Peristiwa kecelakaan KA 35 ekspres yang terjadi pada Kamis (12/5/1955) sekitar pukul 13.00 WIB membuat geger warga. Bahkan insiden ini dimuat dalam berbagai media Belanda. 

Baca juga: Sejarah Jembatan Cirahong Ciamis, Jalur Kereta Api yang Horor dan Misterius

Berdasarkan sumber media Belanda De nieuwsgier dan De locomotief yang terbit 14-05-1955 serta Java-bode yang tayang pada 13-05-1955 menyebutkan rangkaian kereta yang mengalami kecelakaan adalah kereta ekspres rute perjalanan dari Jogja menuju Bandung. Ular besi yang melintas bumi Priangan Timur itu keluar dari lintasan yang berada di antara kawasan Tjiamis dan Manondjaya Tasikmalaya.

Kronologi Tragedi Maut Jembatan Cirahong 1955

Masih dari sumber yang sama, kereta ekspres tersebut melaju sangat kencang menembus pedalaman bumi Priangan. Namun nahasnya lokomotif bernomor D52080 tiba-tiba keluar dari lintasan rel utama hingga terguling. 

Laporan kecelakaan maut kereta api di sekitar Jembatan Cirahong Ciamis. Foto: Delpher/Istimewa

Sementara dari sumber lain mengungkapkan jika KA 35 tersebut yang berangkat dari Stasiun Ciamis terlambat 18 menit dari jadwal yang seharusnya. 

Guna mengejar keterlambatan itu, masinis diduga memacu ular besi tersebut dengan kecepatan tinggi. Apalagi jalur yang akan dihadapi adalah tanjakan setelah jembatan Cirahong.

Sedangkan lokasi peristiwanya, sumber tersebut menyebutkan jika insiden nahas ini tidak jauh dari sebuah jembatan panjang yang berada di atas aliran Sungai Citanduy. Tepatnya, berada di jalur rel di km 284, dekat perhentian Cirahong.

Baca jug: Tanpa Penjaga, Jembatan Cirahong Ciamis-Tasikmalaya Kini Dua Arah, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati

ADVERTISEMENT

Akibat dahsyatnya benturan membuat bagian lokomotif utama terhempas hebat keluar dari lintasan. Selain itu, gerbong penumpang kelas 3 (CL-9113) yang berada di belakangnya terdorong hebat oleh gerbong-gerbong lain di belakangnya hingga menabrak lokomotif yang sudah terguling. Gerbong CL-9113 inilah yang menjadi titik jatuhnya korban terbanyak karena berisi sekitar 100 penumpang.

Kekuatan hempasan ini menyebabkan rangkaian kereta luluh lantak di dasar jalur. Dugaan penyebab kecelakaan tersebut akibat kereta melaju kencang di atas jalur yang memiliki karakteristik tikungan sangat tajam. Oleh karena itu, kereta gagal bermanuver dan langsung keluar dari jalurnya.

Selain kereta keluar dari jalurnya, setidaknya ada 33 orang penumpang kabarnya tewas. Kemudian ada 39 orang mengalami luka. Beberapa sumber juga menyebutkan jika ada 20 orang yang mengalami luka berat akibat benturan keras serta 19 orang penumpang mengalami luka ringan. 

Dari 33 orang yang tewas itu, dua di antaranya adalah masinis utama dan asisten masinis atau stoker yang berada di dalam kabin lokomotif. 

Proses Evakuasi

Setelah adanya peristiwa kecelakaan maut ini, tim penyelamat pun langsung datang untuk mengevakuasi para korban dari dalam gerbong. Mereka langsung memprioritaskan para penumpang yang masih selamat di lokasi kejadian.

Sementara pihak medis mendistribusikan para pasien kritis menuju berbagai fasilitas kesehatan terdekat. Rumah sakit di wilayah Tasikmalaja dan Tjiamis menjadi rujukan medis utama.

Bahkan, sebagian korban luka berat juga dilarikan menuju beberapa rumah sakit Garut. Kemudian, fasilitas kesehatan di kawasan Bandjar ikut menampung sisa korban lainnya.

Proses evakuasi kereta api yang mengalami kecelakaan di sekitar Jembatan Cirahong. Foto: De Preangerbode/Istimewa

Akibat kecelakaan ini juga, arus lalu lintas kereta di jalur selatan Jawa sempat terganggu dan operasional terhenti total untuk sementara waktu.

Baca juga: Persiapan Panjang Pembangunan Jembatan Cirahong II, Hubungkan Ciamis-Tasikmalaya

Adapun dalam proses pemulihan infrastrukturnya, pihak otoritas memperkirakan proses pemulihan infrastruktur akan menghabiskan waktu cukup lama. Pasalnya, perbaikan jalur rel yang rusak parah ini bisa memakan waktu berhari-hari.

Karena itu, petugas mewajibkan para penumpang rute selatan untuk segera berpindah rangkaian kereta. Pemindahan ini dilakukan tepat di sekitar lokasi kejadian selama masa perbaikan.

Tak hanya itu, otoritas kereta api segera mengirimkan kereta bantuan darurat dari arah Bandung. Langkah ini bertujuan untuk memulai penyelidikan lebih lanjut di pusat lokasi bencana. Namun sayangnya mereka menemui hambatan besar dalam menyusun laporan awal kecelakaan. Pasalnya, seluruh kru lokomotif yang paling memahami kondisi teknis tewas. 

Dalam proses normalisasi jalur dan evakuasi kereta, personel kepolisian dan militer juga turun tangan. Bahkan, instansi sipil juga turut serta ambil bagian dalam proses evakuasi di siang nahas itu. 

Karena adanya koordinasi lintas sektoral ini, proses evakuasi puluhan korban yang terjepit semakin cepat ditangani. Perannya, aparat fokus melakukan pengamanan ketat di sekitar jembatan yang hancur. Kemudian angkatan Udara juga turut mendukung upaya penyelidikan dengan menurunkan unit khusus. Mereka menyediakan sebuah lapangan terbang bagi kepentingan investigasi otoritas yang berwenang.

Pemerintah Tepis Adanya Sabotase

Masih dari sumber yang sama, medan jalur di sekitar Sungai Tjitandoej menunjukkan karakteristik geografis yang menantang. Kontur tanah di area tersebut sangat berbahaya bagi operasional kereta api.

Apalagi lintasan kereta api menurun sangat tajam sebelum mulai melintasi area jembatan. Setelah itu, jalur segera berganti menjadi sebuah tanjakan yang sangat curam.

Berita-berita media Belanda yang menulis tragedi maut kereta api di Jembatan Cirahong tahun 1955. Foto: Delpher/Istimewa

Oleh karena itu, para ahli menduga rangkaian kereta melaju terlalu kencang. Kecepatan tinggi ini sangat fatal saat memasuki area tikungan sebelum jembatan.

Baca juga: Jembatan Cirahong Penghubung Ciamis-Tasikmalaya Segera Dibangun, Rp 2 Miliar Disiapkan untuk Pembebasan Lahan

Pemerintah juga menepis kemungkinan adanya aksi sabotase dalam kecelakaan maut ini. Kesimpulan awal ini diambil berdasarkan fakta empiris langsung di lapangan kejadian.

Dugaan serangan teroris juga dibantah keras oleh pihak aparat keamanan setempat. Tidak ada satu pun tanda ledakan bom di sekitar puing gerbong. Apalagi sekelompok pekerja jalan sedang melakukan tugas perbaikan di dekat lokasi kejadian sama sekali tidak melihat adanya aktivitas mencurigakan sebelum kecelakaan terjadi. Sebelum tragedi maut di sekitar Jembatan Cirahong terjadi, persis 30 menit sebelumnya sebuah kereta barang tercatat baru saja melintasi jalur yang sama dengan aman. (Muhafid/R6/HR-Online)

BERITA TERBARU