ADVERTISEMENT
BerandaBerita CiamisViral Dugaan Pungli, Benarkah Lewat Jembatan Cirahong Ciamis-Tasikmalaya Harus Bayar?

Viral Dugaan Pungli, Benarkah Lewat Jembatan Cirahong Ciamis-Tasikmalaya Harus Bayar?

Sebuah video yang menyoroti pungutan di Jembatan Cirahong penghubung Ciamis-Tasikmalaya viral di media sosial. Sementara para pengguna jalan mengaku terbantu dengan keberadaan penjaga di Jembatan Cirahong.

ADVERTISEMENT

harapanrakyat.com,- Jembatan Cirahong yang menghubungkan Ciamis-Tasikmalaya, Jawa Barat saat ini tengah menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sebuah video viral memperlihatkan pengguna jalan memberikan uang kepada seorang penjaga di jembatan tersebut. 

Video yang diunggah oleh akun X @FZA_007 berdurasi 39 detik dan telah ditonton sebanyak 325 ribu tayangan itu juga diunggah ulang sejumlah akun di media sosial Instagram dan Tiktok. 

Dalam video tersebut ada narasi melewati jembatan Cirahong, pengendara harus bayar “kocak!! Lewat Jembatan Cirahong, Pangandaran harus bayar,” tulis dari narasi tersebut. 

Alhasil video tersebut menimbulkan beragam komentar baik itu pro maupun kontra dari netizen. 

Pengguna Jalan Terbantu dengan Keberadaan Penjaga di Jembatan Cirahong Ciamis-Tasikmalaya

Menanggapi hal tersebut, salah satu pengguna jalan Jembatan Cirahong, Nuni, warga Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya mengaku secara pribadi dirinya sangat terbantu dan merasa aman dengan adanya seorang penjaga di Jembatan Cirahong. 

Pasalnya, ia sehari-hari bekerja di daerah Ciamis dekat dengan Jembatan Cirahong. Ia setiap hari harus melewati Jembatan Cirahong penghubung Ciamis-Tasikmalaya tersebut.

“Karena, kalau muter ke Kota Tasikmalaya itu lumayan cukup jauh, apalagi kalau pulang malam. Kalau saya pulang malam dari Ciamis, itu situasinya sepi dan kadang berkabut jalannya juga. Tapi kalau ada yang jaga, saya juga merasa aman karena ada orang, jadi intinya merasa terbantu,” ujar Neni, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Sejarah Jembatan Cirahong Ciamis, Jalur Kereta Api yang Horor dan Misterius

Terkait viralnya video yang diduga adanya pungutan liar di Jembatan Cirahong, Nuni menegaskan, jika disebut pungli itu kurang tepat. Pasalnya, orang yang jaga itu tidak mematok tarif dan tidak diwajibkan memberi. 

“Kurang tepat sih, karena orang yang jaga itu tidak menarik tarif harus berapa rupiah ke pengguna jalannya juga. Itu sukarela saja, saya juga biasanya kasih Rp 1.000 atau Rp 2.000 kadang-kadang juga kalau gak bawa uang tidak memberi, tapi tetap bisa lewat,” tegasnya. 

Tidak Keberatan Ada Penjaga dan Merasa Tak Enak Jika Tak Memberi

ADVERTISEMENT

Hal senada juga disampaikan Ihsan, Driver Ojek Online asal Ciamis. Ia mengaku tidak keberatan adanya penjaga di Jembatan Cirahong ini. Pasalnya, jembatan ini hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan sehingga sistemnya buka-tutup. 

Selain itu, kata dia, orang yang jaga juga tidak memaksa pengendara harus memberi sejumlah uang. Kalau ada uang kecil diberi, kalau tidak pun tetap bisa lewat, jadi tidak ada paksaan sama sekali. 

“Jembatan ini kan hanya bisa digunakan satu arah, jadi kalau tidak ada yang jaga kita juga tidak tahu kalau ada kendaraan yang menyeberang dari arah berlawanan,” katanya.

Ia mengaku terbantu dengan adanya penjaga yang mengatur lalu lintas buka tutup jalan di Jembatan Cirahong. “Kalau urusan memberi uang atau tidak itu kan tergantung pengendaranya masing-masing, karena tidak ada paksaan juga dari penjaganya,” ucapnya. 

Sementara itu, Resty warga Maleber, Kecamatan Ciamis mengatakan, ia tidak mempermasalahkan ada penjaga atau tidak di Jembatan Cirahong ini. Namun jika ada penjaga, ia mengaku merasa tidak enak jika tidak memberi uang.

“Memang benar tidak ada paksaan untuk bayar, tapi kadang saya suka tidak bawa uang, jadi merasa tidak enak kalau tidak memberi. Akan tetapi tetap masih bisa lewat,” ucapnya. 

Tanggapan Kepala Desa Pawindan Soal Viral Video Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis-Tasikmalaya

Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo mengaku telah melihat video yang saat ini tengah viral di media sosial. Menurutnya jika dikatakan pungli itu kurang tepat, karena kalau pungli itu memaksa harus memberi, sedangkan orang yang jaga di Jembatan Cirahong penghubung Ciamis-Tasikmalaya itu sukarela.

“Ada yang memberi diterima, jika tidak ada yang memberi ya nggak masalah. Jadi adanya orang yang jaga di Jembatan Cirahong ini, tujuannya untuk mengamankan jalur bagi pengendara yang menyebrang dari arah Ciamis maupun dari arah Tasikmalaya,” katanya.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Pelaku UMKM di Ciamis Keluhkan Biaya Produksi

Menurutnya, jalur jembatan Cirahong hanya bisa dilalui satu arah saja, apabila dipaksa dua arah sekaligus ditakutkan bersenggolan di tengah-tengah jembatan, sehingga dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Makanya digunakan sistem buka tutup, maka dari itu jika dari arah Ciamis jalan, dari arah Tasikmalaya ditutup, begitu juga sebaliknya. Nah yang mengatur jaga tutupnya itu yang jaga itu,” katanya. 

Kartoyo menuturkan, setiap hari ada 6 orang penjaga terbagi 6 shif yang biasa mengatur jalur lalu lintas di Jembatan Cirahong ini sampai 24 jam. Namun demikian, mereka itu tidak berjaga setiap hari, jadi sistemnya gantian. 

“Kalau seluruhnya yang jaga itu ada 60 orang itu dari Desa Pawindan dan juga Desa Panyingkiran. Mereka dibagi-bagi gantian jaganya, jadi satu orang hari ini jaga nanti 15 hari kemudian bisa jaga lagi, jadi tidak setiap hari. Waktunya jaganya juga dibagi 6 shif untuk 6 orang itu mereka bergantian,” tuturnya. 

Penjaga Amankan Situasi Jembatan Cirahong pada Malam Hari

Ia pun menegaskan, keberadaan penjaga di Jembatan Cirahong ini sebenarnya juga untuk mengamankan situasi di jembatan Cirahong terutama saat malam hari. Pasalnya, kalau dulu jika malam hari itu ditakutkan ada tindakan kejahatan seperti begal dan lain-lain. Namun, dengan adanya orang yang jaga tindakan kejahatan di wilayah Jembatan Cirahong nihil.

“Bahkan, penjaga di sini juga jika malam hari ada pengendara baik itu perempuan maupun laki-laki lansia yang merasa takut menyebrang menggunakan motornya itu oleh penjaga diantarkan, lalu penjaganya balik lagi jalan kaki,” ucapnya. 

Kartoyo menjelaskan, untuk transparansi sejumlah uang sukarela dari pengendara untuk orang yang jaga itu, untuk sekedar makan dan minum serta rokok penjaga itu sendiri, karena uang itu pun tidak ada jatah atau target tertentu.

“Sifatnya hanya sukarela dari pengendara yang menyisihkan rezekinya sedikit untuk orang yang jaga,” katanya.

Kartoyo juga menyampaikan permintaan maafnya kepada pengguna jalan dan masyarakat jika merasa terganggu dan dirugikan, dengan adanya orang-orang yang jaga di Jembatan Cirahong.

“Intinya saya dan masyarakat meminta maaf jika ada yang merasa terganggu. Namun demikian, kami juga perlu pengamanan dan istilahnya perlu mengamankan daerahnya masing-masing. Makanya saya juga merasa bersyukur dengan adanya anak-anak yang mau menjaga jalur jembatan ini. Kalau ada yang dirugikan kami mohon maaf,” ucapnya. 

Pengakuan Penjaga Jembatan Cirahong Ciamis

Sementara itu, Haris salah seorang penjaga di Jembatan Cirahong membantah jika ada praktik pungutan liar di Jembatan Cirahong ini. Pasalnya, ini sifatnya sukarela tanpa ada paksaan darinya serta rekan-rekan lainnya yang berjaga di Jembatan Cirahong.

“Sebenarnya ini bukan pungli, ini hanya sekedar sukarela, kita juga tidak menarik tarif dan tidak ada paksaan sama sekali. Kalau tidak ada yang memberi kami juga tidak memaksanya dan tetap masih bisa lewat,” terangnya. 

Haris mengaku sudah 30 tahun menjadi penjaga atau pengatur jalur di Jembatan Cirahong. Selama itu juga, tidak ada pengendara yang komplain karena memberi uang, pasalnya ia tidak pernah memaksa. 

Baca Juga: Persiapan Panjang Pembangunan Jembatan Cirahong II, Hubungkan Ciamis-Tasikmalaya

“Sudah 30 tahun saya jaga mengatur jalur di Jembatan ini, tapi baru kali ini ada kejadian viral. Padahal kita juga tidak memaksanya,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

BERITA TERBARU