BerandaBerita CiamisCamat Temukan Dapur SPPG Bangunsari 2 Ciamis Belum Pasang IPAL, Ini Respons...

Camat Temukan Dapur SPPG Bangunsari 2 Ciamis Belum Pasang IPAL, Ini Respons Pengelola

Sementara itu, Kepala SPPG Dapur Bangunsari 2, Adi Supriyatna, tidak menampik temuan tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini pembuangan limbah di tempatnya masih menggunakan bak biasa.

harapanrakyat.com,- Camat Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Asep Kodari, menemukan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangunsari 2 tidak memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Selasa (19/05/2026).

Sebelumnya Asep memantau sejumlah SPPG di wilayah kerjanya. Monitoring dilakukan untuk memastikan setiap dapur SPPG yang beroperasi benar-benar telah memenuhi syarat dan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Genjot Mutu Literasi, Dispusip Ciamis Dorong Standarisasi Perpustakaan Sekolah dan Umum

Namun, dalam kunjungannya ke dapur SPPG Bangunsari 2 yang berlokasi di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Camat menemukan IPAL yang belum terpasang. Padahal, dapur SPPG tersebut diketahui sudah berjalan cukup lama.

“Untuk tangki IPAL-nya memang sudah ada di lokasi, tapi belum dipasang. Saat ini pembuangan limbahnya hanya menggunakan bak-bak kecil, yang tentunya ini masih belum layak,” ungkap Asep Kodari kepada harapanrakyat.com, Selasa (19/05/2026).

Kepala SPPG Dapur Bangunsari 2 Ciamis Akui Tak Punya IPAL

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala SPPG Dapur Bangunsari 2, Adi Supriyatna, tidak menampik temuan tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini pembuangan limbah di tempatnya masih menggunakan bak biasa.

Meski demikian, Adi menjamin bahwa pembuangan limbah tersebut tetap aman bagi lingkungan sekitar karena sudah melalui proses sterilisasi.

Baca Juga: Soto Ayam Kampung Khidmat Ciamis, Mengikat Pelanggan Lewat Rasa Otentik

Pihak pengelola juga mengklaim telah menggunakan obat khusus untuk menetralisir bakteri. Bahkan Kondisi Pembuangan Akhir Air limbah juga diklaim sudah tidak bermasalah saat dialirkan ke pembuangan.

“Meski kondisinya seperti ini, namun limbahnya insyaallah sudah sempurna dan aman. Untuk pembuangan akhirnya itu masuk ke selokan yang ada di dekat rumah Pak Wagino,” ujar Adi.

Desak Mitra Segera Bangun IPAL

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia mengaku sudah berulang kali mengusulkan kepada pihak mitra kerja agar tangki IPAL tersebut bisa segera dipasang demi memenuhi standar baku dari BGN.

“Tangki IPAL-nya sudah ada, tapi memang belum dipasang. Kami juga telah mengusulkan ke pihak mitra agar secepatnya dipasang. Informasinya, minggu-minggu ini akan segera dipasang,” jelasnya.

Adi menegaskan, keberadaan IPAL bukan sekadar formalitas pengelolaan limbah semata, melainkan salah satu syarat utama dari BGN yang wajib dipenuhi oleh setiap Satuan Pelayanan.

Apalagi, setiap pekannya pihak pengelola dituntut untuk mengirimkan laporan perkembangan fasilitas secara transparan dan akurat.

Baca Juga: Gandeng POPTI, RSUD Ciamis Edukasi Masyarakat Lewat Seminar Thalasemia

“Makanya saya mendesak pihak mitra untuk segera memasang tangki IPAL-nya. Karena setiap minggu kami dituntut membuat laporan. Laporan itu bukan hanya deskripsi saja, tapi harus didukung dengan foto secara real-time,” pungkasnya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

BERITA TERBARU