BerandaBerita BanjarData Desil Berubah, Warga di Kota Banjar Kaget Tak Dapat Bantuan

Data Desil Berubah, Warga di Kota Banjar Kaget Tak Dapat Bantuan

Apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, misalnya terjadi desil berubah naik, warga tersebut bisa mengajukan penyesuaian data melalui desa/kelurahan.

harapanrakyat.com,- Sejumlah warga di Kota Banjar, Jawa Barat, dibuat terkejut setelah mendapati nama mereka tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Kondisi tersebut dipicu oleh perubahan data desil atau peringkat kesejahteraan masyarakat, yang menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kelayakan penerima bantuan.

Baca Juga: Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas Bansos di Kota Banjar, Penyaluran Dilakukan Bertahap

Salah seorang Ketua RW di Lingkungan Cibulan, Kelurahan Banjar, Entis Sutisna mengungkapkan, perubahan desil dalam penerimaan bantuan tengah menjadi kekhawatiran warga. Hal ini, karena perubahan data desil akan berdampak terhadap bantuan sosial, terutama bagi yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

Di lingkungannya sendiri terdapat warga yang desilnya naik peringkat karena penyesuaian data. Padahal, warga tersebut kategori tidak mampu dan masih layak mendapat bantuan sosial.

“Responsnya mah jelas kaget tiba-tiba desilnya naik. Biasanya dapat bansos sekarang tidak dapat lagi. Setelah dicek ternyata datanya berubah di atas desil 5,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Lanjut menyebut, meski warga ada yang khawatir dengan perubahan data desil, namun sejauh ini tidak ada komplain. “Kalau ada yang tidak sesuai paling diberi penjelasan dan pengantar permohonan penurunan desil ke kelurahan. Kemarin di sini juga ada 5 orang yang mengajukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Hani Supartini mengatakan, data penerima manfaat selalu dilakukan penyesuaian secara berkala. Apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, misalnya terjadi kenaikan desil, warga tersebut bisa mengajukan penyesuaian data melalui desa/kelurahan. 

Meski begitu, pengajuan tersebut tidak secara otomatis langsung disetujui. Karena, harus melalui proses verifikasi dan disinkronkan dengan data indikator kesejahteraan.

Baca Juga: Dinsos P3A Kota Banjar Salurkan Bantuan untuk Warga yang Atap Rumahnya Ambruk

“Bisa diajukan tapi tidak otomatis diterima karena harus proses verifikasi lapangan. Penentuan desil juga bukan dari kami tetapi dari BPS,” tandasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

BERITA TERBARU