harapanrakyat.com,- Kondisi dua sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memprihatinkan. Bangunan SD Negeri 2 Bojonggambir dan SMP Negeri 1 Bantarkalong rusak berat akibat termakan usia. Bahkan, sebagian fasilitas sekolah ambruk dan membutuhkan perbaikan segera.
Di SD Negeri 2 Bojonggambir, sebanyak 110 siswa harus menjalani proses belajar mengajar di bawah atap bocor serta dinding retak. Bangunan sekolah ini tercatat belum pernah tersentuh renovasi sejak pertama kali didirikan pada tahun 2003 lalu.
Kepala SD Negeri 2 Bojonggambir Ridwan mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap kondisi fisik seluruh ruang kelas dari tingkatan kelas 1 hingga kelas 6. Menurutnya, hampir semua ruangan sudah tidak layak untuk digunakan belajar.
Baca Juga: Siswa SD di Tasikmalaya Was-Was saat Belajar, Takut Sekolah Ambruk
“Semua ruangan kurang layak. Selain atap bolong, sebagian dinding sudah retak-retak. Kalau musim hujan, ruang kelas dipastikan bocor dan sangat mengganggu proses belajar mengajar,” ungkapnya Kamis (30/7/2026).
Meski belajar di tengah keterbatasan fasilitas, siswa SDN 2 Bojonggambir tetap menorehkan prestasi di ajang O2SN dan lomba PAI tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Selain SD, bangunan SMP Negeri 1 Bantarkalong juga rusak berat. Sebanyak dua ruang kelas dan satu ruang kesenian mendadak ambruk pada Senin (27/7/2026) sore.
Baca Juga: Brak! Bangunan Sekolah di Garut Tiba-Tiba Ambruk Saat Hujan Lebat
Kepala SMPN 1 Bantarkalong, Nono Darsono, membenarkan kejadian tersebut. Diduga lapuknya material bangunan menjadi penyebab utama robohnya fasilitas sekolah.
“Kejadiannya sore hari, tidak ada korban. Anak-anak selesai ekstrakurikuler dan sudah pulang. Bangunan diduga sudah lapuk karena usia,” ujarnya.
Selain dua ruang kelas dan ruang kesenian yang ambruk, laboratorium serta perpustakaan juga dalam kondisi rawan. Demi keselamatan, siswa kelas IX dipindahkan belajar di aula. Pihak sekolah pun telah mengajukan bantuan revitalisasi dan mengaku mendapat respons positif dari dinas terkait.
“Para orang tua murid berharap bantuan perbaikan infrastruktur tersebut dapat segera direalisasikan agar proses belajar mengajar kembali aman dan nyaman,” pungkasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)





