BerandaBerita JabarTerobos Palang Pintu, Pengendara Motor di Garut Keroyok Petugas Jalur Perlintasan Kereta...

Terobos Palang Pintu, Pengendara Motor di Garut Keroyok Petugas Jalur Perlintasan Kereta Api

Seorang pengendara sepeda motor nekat menerobos palang yang sudah tertutup. Petugas di lapangan pun memberikan teguran demi keselamatan yang bersangkutan. Pengendara sepeda motor tidak terima mendapat teguran dari petugas.

harapanrakyat.com,- PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (DAOP) 2 Bandung mengecam keras aksi pemukulan dan pengeroyokan terhadap petugas Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 227 Leuwigoong KM 210+8, Cibatu, Kabupaten Garut.

Insiden kekerasan ini menimpa petugas yang sedang menjalankan tugas mengamankan perjalanan kereta api pada Minggu 12 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, kejadian bermula saat petugas jalur perlintasan (JPL) 227 menutup palang pintu perlintasan karena Kereta Api (KA) Serayu akan melintas.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Pengendara Motor Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Cipedes Kota Tasikmalaya, Detik-Detik Kejadian Terekam CCTV

Namun, seorang pengendara sepeda motor nekat menerobos palang yang sudah tertutup. Petugas di lapangan pun memberikan teguran demi keselamatan yang bersangkutan.

“Saat itu petugas menutup palang pintu, karena KA Serayu akan melintas. Petugas pun memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor karena menerobos palang pintu yang sudah tertutup,” terang Kuswardojo, Senin (13/7/2026).

Lanjutnya menjelaskan, pengendara sepeda motor tidak terima mendapat teguran dari petugas, lalu kembali lagi bersama tiga orang rekannya. Mereka langsung melakukan pengejaran dan mengeroyok terhadap petugas yang sedang berjaga di pos perlintasan sebidang.

Baca Juga: Dikeroyok Sekelompok Orang, Pemuda Asal Bandung Barat Terluka Parah

“Penerobos itu kembali bersama tiga temannya, lalu melakukan dugaan pemukulan pada petugas Jalur Perlintasan Langsung atau JPL 227. Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengambil langkah lebih lanjut atas insiden itu,” kata Kuswardojo.

Ia menambahkan, pihaknya bersama pemerintah saat ini tengah gencar meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Oleh karena itu, keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dihormati oleh semua pihak.

“Kami terus berupaya dan memastikan kasus ini mendapat penanganan lebih lanjut agar tidak ada kejadian serupa di kemudian hari. Kita semua bertanggungjawab atas keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan raya ketika di perlintasan sebidang,” tegasnya. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU