ADVERTISEMENT
BerandaBerita JabarDedi Mulyadi Siapkan Rp40 Juta untuk Hunian Baru bagi Warga Terdampak Pergeseran...

Dedi Mulyadi Siapkan Rp40 Juta untuk Hunian Baru bagi Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Sukabumi

Gubernur Jabar pun menyampaikan permintaan maafnya kepada warga terdampak pergeseran tanah di Bantargadung, Kabupaten Sukabumi atas lambatnya pembangunan rumah baru.

harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan anggaran untuk menangani dampak bencana pergeseran tanah di Kabupaten Sukabumi. Bencana yang melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung ini, terjadi pada 22 Februari 2026 lalu.

Baca Juga: Tanah Bergerak Terjang Desa Celak Gununghalu KBB, 4 Rumah Rusak 37 Keluarga Terancam 

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, Pemkab Sukabumi telah menyalurkan bantuan awal berupa uang sewa rumah sementara sebesar Rp3 juta per keluarga.

Dedi menyebut, nominal Rp3 juta untuk mengontrak rumah memang kecil bagi warga. Selain itu juga, tidak sesuai standar Pemprov Jawa Barat yang biasanya memberikan bantuan Rp10 juta. Namun, Dedi memahami nominal Rp3 juta itu kemungkinan besar karena kemampuan Pemkab Sukabumi terbatas.

“Pemkab Sukabumi sudah memberikan uang senilai Rp3 juta untuk mengontrak rumah. Standar provinsi biasanya Rp10 juta, tapi kemungkinan ada keterbatasan kemampuan keuangan Pemkab Sukabumi,” kata Dedi, Kamis (27/8/2026).

Negosiasi Lahan Relokasi untuk Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Sukabumi

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Dedi menambahkan, Pemkab Sukabumi saat ini sedang merampungkan negosiasi penyediaan lahan bersama pihak perkebunan swasta setempat. Lahan itu nantinya akan diperuntukkan bagi warga terdampak pergeseran tanah, agar mendapat tempat yang aman dan nyaman.

“Pemkab Sukabumi sedang melakukan negosiasi lahan relokasi yang aman dan nyaman dengan pihak perkebunan,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Keluhkan Jalan Taraju Tasikmalaya yang Rusak Parah, Dedi Mulyadi Janji Bangun pada 2027

Selain itu, Dedi sudah mendapat laporan Pemkab Sukabumi telah mengajukan permohonan dana relokasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun hingga kini, Pemkab Sukabumi belum mendapat konfirmasi realisasi terkait dana relokasi pembangunan rumah bagi warga yang terdampak pergeseran tanah.

“Pemkab Sukabumi sudah bersurat ke BNPB terkait bantuan dana relokasi rumah, tetapi belum mendapat konfirmasi,” ucapnya.

Skema Pembangunan Rumah Panggung Tahan Bencana

Oleh karena itu, Pemprov Jabar memilih mengintervensi anggaran agar penanganan penyintas bencana tidak berlarut-larut. Namun, Dedi mendesak Pemkab Sukabumi untuk mengakselerasi penyiapan lahan relokasi bagi warga terdampak pergeseran tanah.

“Kami minta Pemkab Sukabumi mengakselerasi penyediaan lahan relokasi, agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” tuturnya.

Apabila lahan relokasi sudah ada, Pemprov Jabar akan menggelontorkan dana Rp40 juta per unit, dengan spesifikasi khusus konstruksi rumah panggung agar adaptif terhadap potensi pergeseran tanah.

Dedi pun menyampaikan permintaan maafnya kepada warga terdampak pergeseran tanah di Bantargadung, Kabupaten Sukabumi atas lambatnya pembangunan rumah baru.

“Kami akan membantu pembangunan rumah dengan catatan harus berbentuk panggung, agar tidak ambruk ketika ada pergeseran tanah. Bantuan Rp40 juta rupiah per unit rumah. Kami mohon maaf atas keterlambatan penanganannya,” katanya.

Sebagai informasi, sejumlah penyintas bencana pergeseran tanah di Sukabumi mengutarakan harapannya. Mereka berharap, agar pemerintah segera menyediakan lahan relokasi yang aman serta membantu proses pembangunan rumah baru.

Baca Juga: Warga Cimahi Mengeluh Macet Parah Akibat Dua Proyek Serentak, Adukan Nasib ke Dedi Mulyadi

“Bapak, tolong kami warga Kampung Cijambe, RT5/RW7, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Kami ingin punya rumah lagi, mohon direlokasi dan dibantu untuk membangun hunian tetap. Terima kasih kepada Pak Dedi, bapak kita semua,” ucap salah seorang warga melalui video yang beredar di media sosial. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

BERITA TERBARU