BerandaBerita BisnisIsu Akuisisi BYAN oleh Haji Isam, Begini Potensi Transaksi Jumbo di Sektor...

Isu Akuisisi BYAN oleh Haji Isam, Begini Potensi Transaksi Jumbo di Sektor Batu Bara

Namun, seluruh informasi terkait isu akuisisi BYAN oleh Haji Isam masih sebatas pembicaraan. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak. Investor diharapkan bijak menunggu informasi dari pihak terkait sebelum mengambil kesimpulan mengenai isu akuisisi BYAN oleh Haji Isam.

Isu akuisisi BYAN oleh Haji Isam tengah menjadi sorotan publik, khususnya para pelaku industri batu bara. Isu tersebut mencuat oleh pembocor yang mengungkap adanya negosiasi terkait proses akuisisi saham BYAN ke Haji Isam. Jika transaksi benar-benar terealisasi, kesepakatan keduanya berpotensi pengaruhi ekonomi Indonesia di sektor tambang.

Baca Juga: Saham Mandiri Tertekan Usai Polemik Pemblokiran Rekening hingga Kepercayaan Nasabah Disorot

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sendiri merupakan perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan Bayan memiliki kegiatan utama di sektor pertambangan batu bara, dengan operasi yang berpusat di Kalimantan. BYAN juga menjadi salah satu emiten batu bara dengan nilai kapitalisasi pasar paling tinggi di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, nilai Bayan Resources disebut mencapai sekitar US$28 miliar. Nilai tersebut setara sekitar Rp496,6 triliun berdasarkan kapitalisasi pasarnya di pertambangan.

Awal Mula Isu Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Tersebar

ADVERTISEMENT

Rumor akuisisi BYAN bermula dari informasi sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi. Pemilik utama Bayan Resources, Low Tuck Kwong, kabarnya sedang berunding dengan calon pembeli yang di bawah pimpinan Haji Isam. Low Tuck Kwong sendiri menguasai sekitar 40% saham Bayan. Sementara itu, sekitar 22% lainnya berada di tangan sang anak.

Menanggapi rumor yang beredar di pasar, Bayan Resources telah menyampaikan pernyataan kepada Bursa Efek Indonesia. Tepatnya pada awal Agustus 2026 lalu. Dalam keterangannya, perseroan menyebut tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham perusahaan ke Haji Isam.

Pihak Bayan kemudian kembali merujuk pada pernyataan tersebut ketika dimintai tanggapan mengenai kabar terbaru. Sikap ini menunjukkan bahwa isu akuisisi BYAN oleh Haji Isam masih belum dapat dianggap sebagai transaksi yang telah disepakati. Di sisi lain, pihak Jhonlin Group milik Haji Isam tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar mengenai isu tersebut.

Baca Juga: MSCI Hapus GOTO dari Indeks Global, Saham Terbentur Masalah Likuiditas

Akuisisi Dapat Ubah Peta Bisnis Batu Bara

Seperti telah tertera sebelumnya, jika isu akuisisi oleh Haji Isam benar-benar berlangsung, aksi tersebut dapat pengaruhi ekonomi nasional. Khususnya mengubah posisi Haji Isam dalam industri batu bara di tanah air. Konglomerasi yang ia pimpin sendiri sudah memiliki bisnis pertambangan batu bara dalam skala besar.

Pengambilalihan Bayan juga akan mempertemukan dua kelompok usaha besar dalam industri komoditas energi. Haji Isam berpotensi semakin memperkuat portofolio pertambangan melalui perusahaan terbesar. Sementara bagi Low Tuck Kwong, transaksi tersebut bisa menjadi akhir dalam perjalanan panjang membangun Bayan Resources.

Pengusaha kelahiran Singapura itu mulai masuk ke bisnis batu bara Indonesia pada dekade 1990-an. Ia kemudian mengembangkan bisnis tersebut melalui konsesi pertambangan di Kalimantan. Bayan Resources selanjutnya tumbuh menjadi salah satu penyedia batu bara besar di Indonesia. Tak main-main, kapasitas produksi lebih dari 50 juta ton.

Transaksi Disebut Bisa di Bawah Harga Pasar

Selain sosok calon pembeli, harga menjadi aspek yang menarik perhatian dalam isu akuisisi BYAN. Sumber yang mengetahui pembicaraan menyebut nilai transaksi berpotensi berada di bawah harga pasar. Kondisi tersebut berkaitan dengan rendahnya jumlah saham Bayan yang tersedia untuk diperdagangkan publik atau free float.

Baca Juga: BEI Perbarui Notasi Khusus Emiten, Simak Tujuan dan Arti Setiap Kode

Namun, seluruh informasi terkait isu akuisisi BYAN oleh Haji Isam masih sebatas pembicaraan. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak. Investor diharapkan bijak menunggu informasi dari pihak terkait sebelum mengambil kesimpulan mengenai isu akuisisi BYAN oleh Haji Isam. (R10/HR-Online)

BERITA TERBARU