ADVERTISEMENT
BerandaBerita PangandaranPada Malam Hari Transportasi Umum ke Pangandaran Masih Sulit

Pada Malam Hari Transportasi Umum ke Pangandaran Masih Sulit

Masyarakat mengeluhkan transportasi umum ke Pangandaran masih sulit. apalagi malam hari. Sebelumnya pada tahun 2025 lalu, sempat ada Shuttle Bus dari Stasiun Banjar menuju ke Pangandaran.

ADVERTISEMENT

harapanrakyat.com,- Warga Pangandaran, Jawa Barat, masih kesulitan mendapatkan transportasi umum pada malam hari. Terutama saat hendak bepergian ke luar daerah atau sebaliknya. Biasanya, trayek menuju dan dari luar daerah seperti Ciamis atau Tasikmalaya, hanya tersedia sampai sore hari.

Hal tersebut dirasakan oleh Ajang (50), warga Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran. Ia mengaku sering berpergian dari Pangandaran ke Tasikmalaya dengan menaiki bus tiga perempat.

Biasanya bus tersebut sudah beroperasi sejak pukul lima pagi. Setiap jamnya pasti selalu lewat di Jalan Raya Pangandaran dan ngetem sebentar di Terminal Tipe B.

ADVERTISEMENT

“Kalau sudah sore wah susah, karena rata-rata sudah masuk garasi,” ungkap Ajang saat ditemui Sabtu (29/8/2026).

Begitupun saat ia mau pulang ke Pangandaran, Ajang biasanya buru-buru mencari bus tiga perempat sebelum jam lima sore.

“Biasanya jam tiga saya sudah ancang-ancang, takut kehabisan mobil menuju Pangandaran,” tambahnya.

Transportasi Umum ke Pangandaran Saat Malam

Ajang mengungkapkan, sebenarnya jika mau berpergian ke Tasikmalaya, bisa saja menaiki AKAP atau AKADP, tapi harus menunggu lama.

“Apalagi kalau mau ke Pangandaran pada malam hari, paling turun di Terminal Banjar. Setelah dari Banjar, susah nyari angkutan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, moda angkutan ke Pangandaran memang hampir lengkap. Namun, itu hanya di siang hari.

“Saya harap sih ada semacam shuttle bus, pada malam hari juga tersedia, Jadi gampang saat mau pulang ke Pangandaran,” ucapnya.

Sebelumnya pada tahun 2025 lalu, sempat ada Shuttle Bus dari Stasiun Banjar menuju ke Pangandaran. Namun karena satu lain hal, Shuttle Bus DAMRI berhenti hingga saat ini.

Warga lainnya, Suhendi juga mengaku merasakan kondisi tersebut. Saat mau pergi ke luar daerah, ia harus menaiki mobil travel. “Tapi kan nunggunya lama. Coba kalau ada mobil yang tiap jam ada, kan lebih mudah,” ungkapnya. (Ala/R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU