harapanrakyat.com,- Proses evakuasi kapal tongkang Nautica 22 di perairan Pangandaran menemui hambatan. Salah satunya karena faktor cuaca ekstrem.
Baca juga: Gubernur Dedi Mulyadi Minta Kapal Tongkang Batu Bara di Pangandaran Segera Ditarik
Seperti diketahui, saat ini gelombang di perairan Pangandaran khususnya di Cibenda Kecamatan Parigi, terpantau cukup tinggi. Sehingga proses evakuasi memerlukan kehati-hatian.
Koordinator Lapangan PT Lion Marine Savage Teguh Boby Alamsyah mengatakan, dalam proses evakuasi tersebut keselamatan pekerja menjadi salah satu pertimbangan.
“Selain itu kita juga memperhatikan faktor cuaca, kita masih menunggu kondisi air surut dan gelembong kecil, agar bisa sampai ke lokasi Tongkang,” ungkapnya belum lama ini.
Selain mengevakuasi bangkai Tongkang, pihaknya juga mulai mengangkat batu bara yang berada di dalam lautan, dengan melibatkan penduduk lokal.
Proses evakuasi batu bara di sekitaran tongkang tersebut, menggunakan perahu dan jaring milik nelayan, yang berasal dari Pantai Pangandaran. “Jumlah yang bisa diangkat masih sedikit, mengingat kondisi arus dan gelombang yang cukup tinggi, sehingga jadi hambatan,” ucapnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti dengan tegas meminta agar batu bara di perairan Batu Hiu bisa segera dibersihkan.
Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan harus membayar kerugian akibat tumpahan batubara tersebut. “Harus bayar kerugian, misalkan bangun apa untuk masyarakat (terdampak) di sana,” ucapnya. (Ala/R6/HR-Online)





