Acha Septriasa sempat alami blackout setelah menyelesaikan maraton sejauh 42 kilometer di Sydney, Australia. Momen tersebut terjadi setelah ia mengikuti Sydney Marathon 2026 pada akhir Agustus. Pengalaman itu menjadi tantangan baru bagi aktris yang sudah lebih dari dua dekade berkarier.
Baca Juga: Mediasi Berhasil, Audi Marissa Rujuk dengan Anthony Xie demi Anak Tercinta
Acha Septriasa Sempat Alami Blackout Setelah Maraton di Sydney
Acha Septriasa merupakan nama panggung Jelita Septriasa yang lahir di Jakarta pada 1 September 1989. Ia merupakan putri Sagitta Ahimshah dan Rita Emza serta anak keempat dari enam bersaudara. Kariernya mulai berjalan sejak 2003 dan terus berkembang hingga sekarang.
Nama Acha semakin populer setelah membintangi film Heart pada 2006. Perannya sebagai Luna membuat namanya semakin lekat dengan perfilman Indonesia. Sejak saat itu, ia tampil dalam berbagai film seperti Rectoverso, Kartini, 99 Nama Cinta, hingga Qodrat 2.
Selain berakting, Acha juga memiliki pengalaman sebagai penyanyi. Ia membawakan sejumlah lagu, termasuk “My Heart” bersama Irwansyah dan “Berdua Lebih Baik”. Aktivitasnya di dunia hiburan tetap berjalan meski kini ia menetap di Sydney, Australia.
Kehidupan Acha juga banyak bersinggungan dengan Australia sejak menikah dengan Vicky Kharisma pada 11 Desember 2016. Dari pernikahan tersebut, ia memiliki seorang putri bernama Bridgia Kalina Kharisma. Setelah perceraiannya pada 2025, Acha tetap menetap di Sydney dan masih rutin datang ke Indonesia untuk urusan pekerjaan.
Maraton Pertama Acha Septriasa di Sydney
Di tengah kesibukannya sebagai aktris, Acha mencoba tantangan olahraga baru. Ia mengikuti Sydney Marathon 2026 yang berlangsung pada akhir Agustus dan menempuh jarak penuh 42 kilometer. Lomba tersebut menjadi pengalaman maraton pertamanya.
Baca Juga: Selamat, Zara Adhisty Melahirkan Anak Pertama Berjenis Kelamin Laki-Laki
Acha berhasil menyelesaikan seluruh rute meski tubuhnya harus bekerja keras sepanjang perlombaan. Pencapaian itu terasa spesial karena jarak 42 kilometer membutuhkan stamina dan persiapan fisik yang matang. Namun, kondisi tubuhnya berubah setelah ia tiba kembali di rumah.
Acha berada bersama putrinya ketika tubuhnya mulai kehilangan tenaga. Ia kemudian mengalami kondisi hingga terjatuh di depan kamar. Acha Septriasa sempat alami blackout setelah menyelesaikan tantangan fisik tersebut.
Pada Senin, 28 September 2026, Acha menceritakan pengalaman itu kepada wartawan di kawasan SCBD, Jakarta Pusat. Ia menyebut beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kondisi tubuhnya. Cuaca, kurangnya cairan, serta asupan makanan yang terlambat menjadi beberapa hal yang ia soroti.
Penyebab Tubuh Drop Setelah Maraton
Acha mengaku baru pertama kali mengikuti lomba dengan jarak 42 kilometer. Beban fisik tersebut membuat stamina terkuras cukup banyak. Setelah sampai rumah, tubuhnya membutuhkan waktu untuk kembali stabil.
“Aku selesaikan maratonnya meskipun sempat blackout,” ujar Acha Septriasa kepada wartawan di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Ia juga mengaitkan kondisinya dengan kurangnya asupan cairan dan makanan setelah lomba. Menurut ceritanya, tubuh belum langsung memperoleh nutrisi yang cukup setelah berlari dalam jarak panjang. Kondisi tersebut membuat tenaganya menurun hingga akhirnya mengalami blackout. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi Acha sebelum mengikuti lomba berikutnya.
Baca Juga: Abe Hoed dan Putri Bamsoet Akan Menikah, Lamaran Digelar 26 September 2026
Acha Septriasa sempat alami blackout menjadi bagian dari pengalaman maraton pertamanya. Namun demikian, pencapaian 42 kilometer tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan olahraganya. Acha Septriasa sempat alami blackout setelah menyelesaikan maraton Sydney 2026, sekaligus membawa pengalaman baru untuk persiapan lomba berikutnya. (R10/HR-Online)





