Alat musik dogdog lojor merupakan salah satu warisan budaya sekaligus kesenian tradisional dari wilayah selatan Banten. Dogdog lojor sekilas mirip alat musik kendang. Terutama karena keduanya sama-sama termasuk instrumen perkusi berbentuk tabung serta menghasilkan bunyi melalui membran kulit.
Baca Juga: Menelusuri Tradisi Petung Gayatri dalam Menentukan Arah Rezeki
Kendati demikian, apabila mencermati secara teliti, dogdog lojor sebenarnya punya bentuk yang lebih khas. Begitu juga dengan bunyinya yang unik saat dimainkan. Konon, keberadaannya juga berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat setempat di masa lampau. Mari kita ulas lebih detail dalam penjelasan berikut.
Mengenal Alat Musik Dogdog Lojor
Seperti telah tertera sebelumnya, dogdog lojor berasal dari kawasan selatan Banten. Lebak menjadi wilayah penting yang berkaitan dengan perkembangan instrumen tersebut. Sebutan dogdog lojor ternyata memiliki cerita tersendiri. Bunyi pukulannya terdengar seperti “dog, dog, dog” ketika dimainkan berulang-ulang.
Sementara itu, kata “lojor” berarti panjang dalam bahasa Sunda. Nama ini menggambarkan bentuk instrumen yang dapat mencapai panjang hampir satu meter. Bentuk dogdog lojor menyerupai tabung panjang dengan bagian tengah yang berongga. Pengrajin biasanya menggunakan kayu sebagai bahan utama pembuatannya.
Salah satu ujungnya punya membran dari kulit kambing. Bagian berdiameter 12-13 cm itulah yang berfungsi sebagai penghasil suara ketika pemain memukul permukaannya. Secara umum, membrannya terpasang menggunakan tali dari kulit bambu. Ketegangannya ikatan turut menentukan karakter suara masing-masing alat.
Cara Memainkan Dogdog Lojor
Sebagai alat musik perkusi, para pemain menghasilkan suara dengan memukul bagian membran dogdog lojor menggunakan tangan. Pukulan tersebut menciptakan karakter bunyi yang menjadi identitas dogdog lojor. Permainan dapat menghasilkan pola ritmis yang berulang. Namun, perlu menjaga tempo agar irama tetap terdengar teratur.
Baca Juga: Tradisi Mangongkal Holi, Prosesi Pemindahan Tulang Leluhur dengan Berbagai Makna
Kekuatan pukulan sangat memengaruhi karakter suara. Karena itu, setiap pemain biasanya mengatur tenaga ketika memainkan instrumen ini. Permainan dogdog lojor dapat melibatkan beberapa orang. Setiap orang turut menjaga kesinambungan irama sesuai rangkaian pertunjukan. Teknik sederhana tersebut membuat dogdog lojor mudah pendengar kenali.
Instrumen Dogdog Lojor Sering Iringi Ritual Adat
Alat musik dogdog lojor memiliki hubungan kuat dengan berbagai kegiatan adat masyarakat Banten. Instrumen tersebut dapat mengiringi pelaksanaan sejumlah ritual. Salah satunya ialah seren taun yang berkaitan dengan ungkapan syukur masyarakat. Seren taun berhubungan dengan hasil panen dan kehidupan agraris masyarakat Sunda.
Seren taun sendiri biasanya berlangsung setelah masyarakat Baduy atau Urang Kanekes menyelesaikan masa panen padi. Waktunya dapat berbeda mengikuti kalender adat masing-masing, namun umumnya sekitar Mei hingga Oktober. Dalam kegiatan tersebut, dogdog lojor akan masyarakat mainkan sebagai pengiring rangkaian acara.
Dogdog lojor juga dapat hadir dalam kegiatan ruwatan. Tradisi ruwatan memiliki kaitan dengan upaya menjaga keseimbangan dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan instrumen dalam ritual ngaseuk serta tandur ikut menunjukkan fungsi budaya yang lebih luas. Musik tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat tapi juga bagian penting bagi adat istiadat.
Tak kalah menarik, permainan dogdog lojor turut menciptakan suasana meriah selama kegiatan berlangsung. Masyarakat dapat menikmati irama sambil mengikuti rangkaian acara adat secara lebih semarak. Ini sekaligus menjadi upaya dalam memperkuat identitas budaya Banten dan sekitarnya.
Berkaitan dengan Tradisi Ngadu Dogdog
Keunikan lain dari alat musik lojor ini muncul melalui tradisi yang terkenal sebagai ngadu dogdog. Pertunjukannya melibatkan dua kelompok pemain. Kedua kelompok membawa dogdog lojor dan instrumen angklung. Masing-masing kemudian berdiri saling berhadapan sebelum dan selama pertunjukan.
Para pemain menunjukkan keterampilan melalui kombinasi permainan instrumen. Dalam pertunjukan tertentu, mereka juga saling menguji kemampuan. Dogdog yang dimainkan dapat diarahkan kepada instrumen milik kelompok lawan. Setiap adegan menjadi bagian menarik dalam pertunjukan.
Meski memiliki konsep saling berhadapan, suasananya tetap bersifat menghibur. Pertunjukan tersebut dapat menghadirkan unsur humor bagi penonton. Pertunjukan tersebut menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan kesenian daerah. Nilai kebersamaan dapat terlihat melalui keterlibatan banyak pemain.
Baca Juga: Ritual Menuba Adat, Tradisi Dayak Minta Hujan di Tengah Karhutla Kalimantan
Mengenal alat musik dogdog lojor berarti memahami bagian dari budaya masyarakat Banten. Pengenalan sejak dini dapat membantu menjaga keberadaan dogdog lojor agar tetap lestari. Karena itu, pelestarian alat musik tradisional seperti dogdog lojor membutuhkan keterlibatan para generasi berikutnya. (R10/HR-Online)





