BerandaBerita BanjarBalita 2 Tahun di Banjar Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api

Balita 2 Tahun di Banjar Meninggal Dunia Tertabrak Kereta Api

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban.

harapanrakyat.com,- Balita berusia dua tahun, Akila, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Serayu relasi Bandung-Purwokerto di kawasan Lingkungan Pintu Singa, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Peristiwa nahas itu terjadi Rabu (30/9/2026).

Kapolsek Banjar AKP Yudi Ristiyanto membenarkan adanya insiden kecelakaan di jalur kereta api yang menewaskan balita tersebut. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban.

“Benar telah terjadi kecelakaan kereta api sekitar pukul 18.00 WIB. Seorang balita berusia dua tahun atas nama Akila Sopiatul Milah tertabrak Kereta Api Serayu relasi Bandung-Purwokerto di Lingkungan Pintu singa,” ujar AKP Yudi Ristiyanto, Rabu (30/9/2026).

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Reaktivasi Kereta Api Banjar-Pangandaran, Diyakini Bisa Mendongkrak Lama Tinggal Wisatawan 

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban tertabrak kereta api saat hendak menyeberang rel bersama kakaknya, namun korban tertinggal dan kereta api melintas.

“Lokasinya di dekat area taman Lansia, korban terpental beberapa meter dari lokasi tertabrak,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian bersama warga langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga: Tertemper Kereta Api, Pria Asal Garut Tewas di Jalur Cibatu-Pasirjengkol 

Dari kejadian tersebut, ia mengimbau seluruh masyarakat khususnya warga yang berada di sekitar perlintasan rel kereta api untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di pinggir jalur rel, untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya saat beraktivitas di luar rumah agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

BERITA TERBARU