Berang-berang perlambat pemanasan global tentunya membantu dalam melawan perubahan iklim. Hal ini ada kaitannya dengan penyimpanan karbon di planet yang kita tinggali, Bumi. Penelitian tentang hewan ini sendiri sudah tertuang dalam jurnal milik Communications Earth and Environment pada 18 Maret.
Baca Juga: Keunikan Spesies Ikan Scalicus engyceros, Bisa Bergerak Moonwalk
Pembahasan seputar hewan ini juga melibatkan studi terbaru yang ada di Swiss. Hal ini cukup mengejutkan. Untuk mengetahui bagaimana penjelasan lengkapnya, bisa langsung cek uraian di bawah ini.
Berang-Berang Perlambat Pemanasan Global di Bumi
Pemanasan global jadi ancaman di Bumi. Hal ini karena pemanasan global bisa meningkatkan suhu hingga memicu hilangnya terumbu karang. Tak hanya itu, pemanasan global ini juga bisa menyebabkan kerusakan biota laut, bencana alam, kebakaran hutan, gagal panen sampai dengan kenaikan permukaan air laut.
Es yang ada di kutub juga jadi lebih cepat cair akibat pemanasan global. Masalah pemanasan global ini sendiri dipicu oleh sejumlah hal. Adapun salah satunya ialah lantaran emisi karbon yang berasal dari kendaraan ataupun pembusukan bahan organik di area terbuka.
Menyadari hal itu, tentu perlu ada upaya untuk mengatasinya. Hal yang mengejutkan, ternyata berang-berang ikut andil dalam mengatasi pemanasan global. Bukan isu semata lantaran pernyataan tersebut sesuai dengan studi di Swiss belum lama ini.
Cara Berang-Berang Atasi Perubahan Iklim
Dalam upaya perlambat pemanasan global, berang-berang memiliki cara tersendiri. Adapun caranya ialah dengan membuat kubangan. Biasanya hewan ini membendung sungai sebagai tempat tinggalnya. Area tersebut terkenal sebagai lahan basah.
Baca Juga: Penelitian Kupu-kupu Heliconius, Punya Umur Panjang
Menurut penelitian kalangan ilmuwan, lahan basah yang jadi tempat tinggal hewan tersebut nyatanya mampu menampung zat karbondioksida. Tak tanggung-tanggung sebab kemampuan penampungannya sebanyak 20 kali lipat lebih banyak dari area lahan basah yang tak ada berang-berangnya. Bahkan bisa menjadikan aliran sungainya sebagai sarana menyerap karbon bersih di tiap tahunnya.
Sebagaimana yang kita tahu, zat karbondioksida bisa memenuhi atmosfer sehingga memicu pemanasan global. Namun berkat lahan basah milik berang-berang tersebut, sampah organiknya jadi terperangkap. Zat karbondioksida pun tak akan mengalami penguapan ke atmosfer.
Peranan Bendungan Berang-Berang
Berang-berang membuat bendungan menjadi lahan basah dengan peranan penting untuk perlambat pemanasan global. Adapun salah satunya ialah menciptakan kondisi rendah zat oksigen atau anaerobik. Hal ini bisa menurunkan proses pembusukan bahan organik.
Selain itu, bendungan tersebut juga bisa memicu sedimentasi yang banyak karbonnya. Hal ini karena bendungannya mampu menahan aliran airnya. Alhasil, bahan organik maupun sedimen jadi mengendap di dalam bendungannya.
Menariknya lagi lantaran bendungan tersebut juga bisa memicu pertumbuhan vegetasi baru. Keberadaan tanaman ini tentu bisa meningkatkan proses penyerapan zat karbondioksida. Kapasitas penampungan karbon di lahan basah ini pun jadi meningkat.
Namun perlu diketahui bahwa bendungan berang-berang tak hanya untuk menyerap karbon saja dalam perlambat pemanasan global. Nyatanya bendungan tersebut juga bisa untuk tingkatkan keanekaragaman hayati dan mitigasi banjir. Bisa juga untuk jaga ketahanan terhadap risiko kekeringan saat tiba musim kemarau.
Penjelasan Penulis Utama Studi
Berkaitan dengan peranan penting berang-berang dalam atasi perubahan iklim ini, ada penjelasan tersendiri dari penulis utama studi. Tak lain adalah Lukas Hallberg asal University of Birmingham. Menurutnya, berang-berang ini memang bukanlah satu-satunya solusi untuk atasi krisis iklim.
Kendati demikian, peranannya tetaplah utama dan menyandang jadi insinyur alam. Hewan ini bisa bantu lanskap sungai untuk simpan karbon secara alami dalam jangka waktu yang lama. Oleh sebab itu, tentu kalangan ilmuwan harus lebih perhatian pada keberadaan berang-berang.
Hewan kecil ini memang hampir punah saat ini akibat aksi perburuan selama berabad-abad lamanya. Maka dari itu, perlu meningkatkan upaya untuk reintroduksi hewan berang-berang Castor fiber Eurasia di sejumlah kawasan Eropa. Apabila pola serupa juga berlangsung di tempat lainnya, tentu semakin efektif untuk serap gas rumah kacanya sehingga meminimalisir perubahan iklim tanpa melibatkan infrastruktur yang mahal.
Baca Juga: Mengenal Praearcturus gigas, Kalajengking Raksasa Hidup di Dua Alam
Berang-berang bisa perlambat pemanasan global bukan hanya isu miring. Akan tetapi, sudah ada penelitian atau studi yang membuktikan bahwa berang-berang memang bisa perlambat pemanasan global. Dari sini bisa kita ketahui bahwa hewan ini turut berkontribusi pada upaya mengatasi krisis iklim di Bumi. (R10/HR-Online)





