harapanrakyat.com,- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Brigif 13/Galuh Rahayu/1 Kostrad diisi dengan aksi kepedulian sosial. Bekerja sama dengan Arfan Group, Brigif 13 membagikan 1.000 paket sembako dan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi pedagang kaki lima (PKL) serta pelaku UMKM di halaman GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu (9/9/2026).
Sejak pagi, ratusan warga dan pedagang tampak mengantre dengan tertib untuk menerima bantuan pangan tersebut. Kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-10 Arfan Group.
Brigif 13 Galuh Rahayu Sebut PKL dan Pelaku UMKM Bagian Penting dalam Perekonomian Masyarakat Tasikmalaya
Komandan Brigif 13/Galuh Rahayu/1 Kostrad, Kolonel Inf Roihan Hidayatullah, mengatakan PKL dan pelaku UMKM merupakan bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, menurutnya, mereka membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kehadiran TNI di tengah masyarakat melalui bakti sosial ini diharapkan dapat mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga di sekitar kawasan Dadaha,” ujar Roihan.
Selain pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis, Brigif 13 bersama mitra juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan di wilayah Tasikmalaya.
Agenda tersebut di antaranya penanaman 1.000 pohon, aksi peduli sampah dengan membersihkan pasar dan sungai, bazar murah, serta program makan gratis.
CEO Arfan Group, Arfan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas perkembangan usaha yang dijalankannya.
“Saya berangkat dari dunia usaha sehingga memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi para pedagang kecil. Bakti sosial ini diharapkan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Tasikmalaya,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di kawasan Dadaha, Haris Rahmat, mengaku terbantu dengan pembagian sembako tersebut. Terlebih, kondisi penjualan para pedagang saat ini sedang mengalami penurunan.
“Bantuan paket sembako ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga dalam beberapa hari ke depan. Saat ini jualan di Dadaha sedang sepi karena adanya penataan kawasan Dadaha,” pungkas Haris. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)





