BerandaBerita BanjarCerita Sumur Tua yang Tak Pernah Kering di Kota Banjar, Jadi Penyelamat...

Cerita Sumur Tua yang Tak Pernah Kering di Kota Banjar, Jadi Penyelamat Ribuan Warga saat Kemarau

Air dari sumur tua di Kota Banjar tersebut tidak pernah mengering meski airnya terkadang diambil dengan jumlah besar sekitar 40.000 liter per hari.

harapanrakyat.com,- Sebuah sumur tua yang terletak di depan halaman Kantor Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, memiliki keunikan tersendiri. Meskipun musim kemarau melanda, sumber air tersebut diketahui tidak pernah surut dan terus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih ribuan warga.

Karena debit airnya yang tak pernah kering ini, sumur tersebut selalu dimanfaatkan oleh Petugas BPBD Kota Banjar untuk suplai air bersih warga saat musim kemarau.

Camat Purwaharja Erik Kiswanto mengatakan, menurut informasi warga di lingkungan setempat, sumur tersebut sudah ada sejak sekitar tahun 60-an. 

Baca Juga: Tungku Masih Menyala Ditinggal Nyapu Halaman, Rumah Warga Kota Banjar Hangus Terbakar

Sumur tersebut merupakan aset pemerintah kecamatan dan sehari-harinya difungsikan untuk kepentingan masyarakat. Bahkan, pihak kantor kecamatan sendiri tidak menggunakannya karena sudah memakai fasilitas PDAM.

“Sumur ini memang tercatat sebagai aset Pemkot Banjar. Sehari-hari dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Erik kepada harapanrakyat.com, Senin (28/9/2026).

ADVERTISEMENT

Lanjutnya menyebut, saat memasuki musim kemarau, intensitas pengambilan air dari sumur ini meningkat signifikan untuk kebutuhan distribusi bantuan air bersih.

“Dalam kondisi kemarau sehari bisa diambil sekitar 8 hingga 10 truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Ketersediaan airnya tetap terjaga,” tuturnya.

Lanjutnya menjelaskan, belum mengetahui secara pasti berapa kedalaman sumur karena belum pernah diukur secara teknis. 

Meski demikian, terdapat beberapa perkiraan ilmiah terkait melimpahnya cadangan air di titik tersebut di antaranya lokasi ini merupakan jalur aliran air tanah dari kawasan yang lebih tinggi yakni Gunung Babakan.

Jalur aliran air tanah dari kawasan Gunung Babakan tersebut kemudian mengalir menuju Sungai Citanduy. 

Selain itu, letak geografis sumur berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan posisinya diduga lebih rendah dari elevasi Sungai Citanduy.

“Kondisi ini yang kemudian menjadi faktor utama ketersediaan pasokan air tanah di lokasi sumur tersebut tetap terjaga dan tidak pernah kering,” jelasnya.

Sumur Tua di Kota Banjar Dimanfaatkan untuk Distribusi Air Bersih

Sementara itu, Petugas BPBD Kota Banjar, Bayu mengatakan, pemanfaatan air sumur tersebut untuk distribusi air bersih warga saat kemarau sudah berlangsung sejak lama.

Berdasarkan, pengukuran menggunakan selang pengambilan air, sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 meter. Airnya selalu jernih dan debit airnya tidak pernah kering.

“Penggunaan air dari sumur ini sudah cukup lama ya, sejak adanya BPBD Kota Banjar dan ini debit airnya tidak pernah kering,” ujarnya.

Lanjutnya menyebut, dalam setiap satu kali pengisian kebutuhan distribusi, membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk tanki dengan kapasitas 5000 liter. 

Adapun dalam satu kali distribusi, petugas BPBD mengambil air dari lokasi tersebut sebanyak 20.000 liter atau sekitar 600.000 liter setiap bulan.

Menurutnya, air dari sumur tersebut tidak pernah mengering meski airnya terkadang diambil dengan jumlah besar sekitar 40.000 liter per hari.

Baca Juga: Kata Wali Kota Banjar Soal Rencana Pembelian Mobil Dinas

“Airnya ngga pernah kering. Pernah kita ambil bareng sama PMI dua tangki dalam waktu dua jam airnya sudah kembali normal terisi lagi,” ujarnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

BERITA TERBARU