harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menangani penanganan warga terdampak musibah tenggelamnya Kapal Motor Virgo Transport 8. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengonfirmasi ada warga asal Garut dan Cianjur yang menjadi penumpang Kapal Virgo Transport 8. Dedi juga sekaligus menyiapkan skema bantuan finansial darurat.
Dedi mengatakan, korban asal Jawa Barat tercatat sebanyak 23 orang yang terdiri dari 22 warga Kabupaten Garut dan satu warga Kabupaten Cianjur.
“Kami informasikan kepada keluarga korban KM Virgo Transport 8, jumlah yang berasal dari Kabupaten Garut ada 22 dan satu dari Kabupaten Cianjur,” kata Dedi, Selasa (15/9/2026).
Dedi berujar, dari total 22 warga Garut, sebanyak 11 orang dalam kondisi selamat dan saat ini berada di Kota Banjarmasin.
Sedangkan 11 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR, lalu satu warga Kabupaten Cianjur dalam kondisi selamat.
“11 orang asal Kabupaten Garut selamat dan sedang di Kota Banjarmasin, lalu 11 lainnya masih dalam pencarian. Satu warga Kabupaten Cianjur dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Pemprov Jabar Kucurkan Uang Tunggu dan Santunan Duka
Lebih lanjut, Dedi menambahkan, Pemprov Jawa Barat segera menyalurkan uang tunggu sebesar Rp7 juta per orang untuk meringankan beban para korban selamat selama menunggu proses evakuasi berakhir.
Alokasi bantuan ini mencakup Rp2 juta untuk tiket pesawat pulang, Rp1 juta untuk bekal operasional di Kota Banjarmasin.
Sementara, Rp4 juta akan dikirim langsung ke keluarga di rumah sebagai pengganti gaji atau uang hasil usaha mereka yang hilang saat kapal tenggelam.
“Selanjutnya, untuk korban yang sudah selamat sebanyak 12 orang, 11 dari Kabupaten Garut dan 1 orang dari Kabupaten Cianjur, kami menyiapkan uang tunggu sampai seluruh evakuasi selesai. Satu orang kami kirim masing-masing Rp7 juta,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga menyiagakan santunan duka bagi keluarga korban yang hingga akhir masa operasi pencarian dinyatakan meninggal dunia.
“Dan untuk keluarga yang nanti pada akhirnya dinyatakan meninggal setelah seluruh evakuasi dinyatakan berakhir, sebanyak 11 orang menunggu keputusan, kami menyiapkan masing-masing Rp25 juta per korban untuk ahli warisnya,” tuturnya.
Dedi pun menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus berharap insiden keselamatan pelayaran ini tidak terulang kembali di masa depan.
“Semoga peristiwa ini menjadi peristiwa yang terakhir, tidak boleh lagi ada terjadi kecelakaan kapal di Indonesia,” katanya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)





