BerandaBerita TasikmalayaDugaan Perundungan Siswa SMAN 3 Tasikmalaya, Polisi Periksa Saksi dan Identifikasi 7...

Dugaan Perundungan Siswa SMAN 3 Tasikmalaya, Polisi Periksa Saksi dan Identifikasi 7 Terduga Pelaku

polisi telah mengidentifikasi sebanyak tujuh orang yang berstatus sebagai terduga pelaku perundungan siswa SMAN 3 Banjar. Kejadian tersebut disinyalir dipicu oleh tradisi senioritas di lingkungan sekolah.

harapanrakyat.com,- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota, tengah mendalami kasus dugaan perundungan yang menimpa salah seorang siswa kelas 10 di SMAN 3 Tasikmalaya, Jawa Barat. Langkah kepolisian dilakukan usai menerima laporan resmi dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, pihaknya bergerak cepat memproses laporan tersebut dengan melibatkan berbagai pihak terkait demi memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kami sudah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas terkait, dalam hal ini UPTD. Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman,” ungkapnya, Rabu (30/9/2026).

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Terancam Dikeluarkan, Pelajar Senior SMAN 3 Kota Tasikmalaya yang Terlibat Perundungan terhadap Junior

Selain upaya penyelidikan hukum, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya Kota juga membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah untuk mengawal kasus dugaan ini.

“Kanit PPA tengah melakukan komunikasi dengan Ibu Walikota dan Wakil Walikota terkait penanganan kasus perundungan siswa sekolah ini,” tambah AKP Januar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi telah mengidentifikasi sebanyak tujuh orang yang berstatus sebagai terduga pelaku perundungan siswa SMAN 3 Banjar. Kejadian tersebut disinyalir dipicu oleh tradisi senioritas di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Komunitas Basis SMAN 3 Tasikmalaya Diduga Melakukan Perundungan, Begini Upaya Sekolah

“Motifnya salah satu tradisi di sekolah tersebut. Korban anak kelas 10 yang saat itu melakukan pelanggaran. Setelah ditindak pihak sekolah, para seniornya ini awalnya bertujuan baik ingin mengingatkan. Namun, karena tindakannya tidak terukur akhirnya mengakibatkan dugaan aksi perundungan, dengan informasi awal berupa tindakan penamparan,” terang AKP Januar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan maraton untuk mendalami peran masing-masing terduga pelaku. Serta memastikan kondisi psikologis korban mendapat pendampingan yang tepat. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU