harapanrakyat.com,- Proses evakuasi jasad Amin (63), lansia yang ditemukan meninggal di dalam sumur sedalam sekitar 20 meter di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (29/9/2026) berlangsung dramatis. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Pasalnya, selain kondisi sumur yang sempit dan dalam, terdapat ular di lokasi serta dugaan gas berbahaya.
Baca Juga: Niat Selamatkan Teman, Remaja Tasikmalaya Malah Tewas Terseret Arus Sungai Citanduy
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Sindangpalay RT 06/RW 03, Desa Jahiang. Sedangkan Amin merupakan warga Kampung Babakan Pasir RT 05/RW 05, Desa Jahiang. Ia diketahui pergi menuju kebun yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya pada sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu, Amin hendak membersihkan sejumlah ranting pohon sekaligus membakarnya. Akan tetapi, sampai sekitar pukul 16.30 WIB, ia belum kembali ke rumah.
Kondisi tersebut membuat keluarga mulai mencari keberadaan Amin. Istri korban, Uwar Warhamah, kemudian meminta Aep, adiknya, pergi ke kebun untuk mencari korban.
Aep yang tiba di kebun tidak langsung menemukan Amin. Ia justru melihat sapu lidi milik korban berada sekitar 30 sentimeter dari bibir sumur.
Di sekitar lokasi juga ditemukan bekas pembakaran ranting. Sementara penutup sumur yang terbuat dari beton dengan kerangka bambu terlihat sudah dalam kondisi rapuh dan terbuka. Kecurigaan pun mengarah ke sumur tersebut.
Aep kemudian mencoba melihat ke bagian dalam menggunakan senter. Dari pemeriksaan itu diketahui sumur memiliki kedalaman sekitar 20 meter dengan diameter hanya sekitar 80 sentimeter. Sumur tersebut juga diketahui sudah tidak digunakan selama kurang lebih lima tahun.
Kondisi sumur semakin berisiko karena diduga terdapat gas berbahaya di dalamnya. Seorang warga yang sempat mencoba turun, bahkan harus kembali naik. Sebab, ketika berada di bagian tengah setelah mencium bau gas menyengat dan mengalami sesak napas.
Sekitar pukul 19.00 WIB, warga akhirnya melihat kepala Amin yang bersandar di dinding bagian dalam sumur.
Evakuasi Jasad Lansia dari Sumur Terkendala Ular
Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi jasad lansia tersebut dari dalam sumur. Namun proses tersebut kembali menghadapi kendala, setelah petugas menemukan seekor ular di dalam sumur.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya mengatakan, keberadaan ular membuat petugas harus memastikan kondisi di dalam sumur aman. Hal itu sebelum proses pengangkatan korban dilanjutkan.
Baca Juga: Polisi Tangkap Tiga Anak Punk Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Ciawi Tasikmalaya
Petugas pemadam kebakaran kemudian menangani ular tersebut. Hewan yang oleh warga setempat disebut ular gibug atau ular tanah itu berhasil diamankan dan dimasukkan ke dalam karung.
Jembar menyebut ular tersebut memang tidak berukuran besar, tetapi diduga berbisa sehingga penanganannya tetap dilakukan secara hati-hati. Setelah ular berhasil diamankan, tim kembali melanjutkan proses evakuasi. Personel Basarnas Pos SAR Tasikmalaya kemudian turun ke dalam sumur untuk melakukan pengangkatan korban.
“Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan membutuhkan kehati-hatian tinggi. Selain kedalaman sumur, petugas di lapangan juga harus menghadapi keberadaan seekor ular yang bersarang di lokasi kejadian,” kata Jembar, Rabu (30/9/2025).
Setelah area dinyatakan aman, tim langsung memfokuskan upaya evakuasi jasad lansia tersebut dari dalam sumur. Berkat kerja keras dan koordinasi antarunsur, korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada pukul 22.57 WIB.
Baca Juga: Pria Asal Garut Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis
“Seluruh rangkaian penanganan darurat berjalan dengan lancar dan aman. Operasi penyelamatan resmi ditutup pada pukul 23.17 WIB, setelah dipastikan kondisi di lokasi kejadian sepenuhnya terkendali,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)





