Film Conjurig hadir di bioskop Indonesia mulai Kamis, 1 Oktober 2026 besok. Tubagus Deddy menulis sekaligus menyutradarai film Indonesia berdurasi 95 menit ini. Sementara itu, Global Borneo Entertainment, Bima Sakti Pictures, dan Imagine bertindak sebagai rumah produksi film komedi drama ini.
Baca Juga: Film Agensi Rumah Tangga, Cerita Perempuan Bangkit dari PHK
Cerita Conjurig mengambil inspirasi dari komunitas cosplayer hantu jalanan Bandung yang berkostum jurig, istilah hantu bahasa Sunda. Walau judulnya menyerupai waralaba The Conjuring, film ini mengusung kisah humanis dan musik tentang dua orang tengah berusaha menyembuhkan persoalan hidup lewat riasan serta kostum.
Sinopsis Film Conjurig
Piit (Dito Darmawan) menghadapi masa sulit setelah kehilangan pekerjaan dan berpisah dari Susan (Shella Fernanda). Ia kembali ke Bandung lalu mencari penghasilan sebagai pocong di alun-alun kota. Kostum tersebut perlahan menjadi cara Piit menyembunyikan luka dan mengalihkan pikiran dari kegagalan yang ia alami.
Kehidupan Piit berubah saat bertemu dengan Tamy (Maizura), ia merupakan cosplayer gothic yang memiliki karakter misterius. Tamy ternyata anak seorang diva terkenal, tetapi memilih merahasiakan identitas keluarganya. Pertemuan mereka menghadirkan hubungan baru bagi g yang sama-sama tengah mencari arah kehidupan.
Kedekatan Piit juga Tamy berkembang ketika keduanya mulai berbagi pengalaman serta persoalan masing-masing. Mereka menghadapi persoalan tentang cinta, identitas, impian, dan pilihan hidup melalui peran yang mereka jalani sebagai cosplayer. Di balik riasan serta kostum, keduanya perlahan menemukan keberanian untuk menerima keadaan.
Trailer perdana Conjurig telah hadir melalui akun Instagram @conjurig.film. Materi promosi tersebut memperlihatkan kehidupan Piit setelah kembali ke Bandung serta pertemuannya dengan Tamy. Film ini kemudian membawa hubungan mereka pada proses untuk menemukan kembali harapan dan keberanian memulai kehidupan dari awal.
Pemeran
Film Conjurig merupakan produksi dari Global Borneo Ent. dan Bima Sakti, dengan Tubagus Deddy sebagai penulis sekaligus sutradara. Film ini menggabungkan sejumlah aktor muda dengan sederet nama senior yang mengisi berbagai karakter. Kehadiran para pemain tersebut turut memperkuat cerita yang berlatar kehidupan cosplayer di Bandung.
Baca Juga: Film Bapakmu Kiper Tayang di Bioskop, Kisah Ayah dan Anak di Dunia Tarkam
Dito Darmawan memerankan Piit atau Ace Abdulov, cosplayer pocong di Alun-alun Kota Bandung. Maizura berperan sebagai Tamy, sementara Shella Fernanda tampil sebagai Susan, mantan kekasih Piit. Ketiganya menjadi tokoh utama yang menggerakkan konflik dalam cerita.
Ferry Maryadi hadir menjadi Gubernur Bandung, sedangkan Mathias Muchus memerankan ayah Piit. Lalu, Bucek Depp turut bergabung sebagai Bos, lalu Joe dari P. Project memainkan Kang Juju. Adapula Trie Utami juga tampil sebagai dirinya sendiri.
Pemain lain yang ikut meramaikan Conjurig meliputi Ikbal Fauzi, Anyun Cadel, serta Wina Marrino. Perpaduan pemain dari generasi berbeda membuat jajaran pemeran film ini cukup beragam. Masing-masing karakter hadir untuk memperkaya perjalanan Piit dan Tamy sepanjang cerita.
Dito Darmawan Jalani Tantangan Makeup Pocong
Dito Darmawan merasakan tantangan berbeda saat memerankan Piit dalam film Conjurig. Karakternya merupakan mantan karyawan yang memilih menjadi cosplayer pocong di Alun-Alun Bandung. Peran tersebut menuntut Dito menjalani proses makeup khusus agar tampil menyerupai hantu.
Setiap hari, Dito membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menyelesaikan makeup sebelum take. Rutinitas tersebut membuatnya terbiasa hingga mampu merias wajahnya sendiri. Baginya, kemampuan tersebut menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi film.
Proses riasan tidak hanya memakai makeup manual, tetapi juga melibatkan paintbrush dan teknik penyemprotan cat. Dito harus sering menahan napas agar cat tidak masuk ke hidung. Sebelum produksi, ia juga menjalani tes makeup untuk memastikan hasil riasan sesuai kebutuhan karakter.
Meski mengenakan riasan tebal setiap hari, Dito menyebut kulitnya tetap aman dan tidak mengalami iritasi. Ia menjaga perawatan kulit agar tetap seimbang dengan penggunaan makeup. Pengalaman tersebut membuat proses transformasinya sebagai pocong menjadi salah satu tantangan utama dalam film.
Ferry Maryadi Andalkan Improvisasi dalam Conjurig
Ferry Maryadi membawa gaya komedi spontan saat memerankan pejabat dalam film Conjurig. Karakternya tetap ceplas-ceplos meski harus berada di tengah situasi penuh jurig. Improvisasi Ferry bahkan beberapa kali membuat sutradara Tubagus Deddy kewalahan.
Salah satu improvisasinya muncul saat memanggil sang asisten dengan nama berbeda-beda. Ferry mengganti nama Agus, Asep, dan Dadang secara spontan agar dialog terasa lebih lucu dan menjadi punchline. Ide tersebut muncul setelah Ferry berdiskusi dengan Tubagus Deddy untuk memberi ruang pada dialog spontan.
Kebebasan tersebut membuat Ferry lebih leluasa menyesuaikan dialog dengan situasi syuting. Ia juga mempertahankan gaya bicara sehari-hari serta penggunaan bahasa Sunda agar karakternya terasa dekat dengan suasana Bandung. Menurut Ferry, pendekatan tersebut membantu komedi terasa natural dan akrab bagi penonton.
Baca Juga: Film Nimrods: A Green Day Comedy, Kisah Road Trip 3 Remaja Mengejar Mimpi Bersama Green Day
Ferry berharap permainan nama asistennya menjadi bagian yang ear-catching dalam film. Selain mengandalkan improvisasi, ia memanfaatkan kebiasaan dan celetukan khas masyarakat Sunda untuk memperkuat karakter. Perpaduan dialog spontan dan humor lokal menjadi unsur yang ia bawa sepanjang pengambilan gambar. Film Conjurig hadir di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Apakah Anda mengetahui cerita unik para cosplayer hantu di Bandung tersebut? (R10/HR-Online)





