BerandaBerita TerbaruGeger Aroma Menyengat seperti Bau Kentut Saat Konser Kotak di Kotu: Penonton...

Geger Aroma Menyengat seperti Bau Kentut Saat Konser Kotak di Kotu: Penonton Sesak Napas, Diduga Modus Copet

Vokalis Kotak, Tantri, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para penggemar yang hadir saat acara. Ia menjelaskan bahwa konser Kotak harus disetop karena ada oknum yang sengaja melepaskan gas berbau.

Konser grup musik Kotak dalam gelaran acara Aice Got Talent 2 di kawasan Kotu (Kota Tua), Jakarta, terpaksa dihentikan secara mendadak pada Minggu (14/9/2026) malam.

Langkah darurat ini diambil usai munculnya aroma menyengat di tengah kerumunan yang memicu gangguan pernapasan pada sejumlah pengunjung.

Kronologi Insiden Konser Kotak di Panggung Aice Got Talent 2

Baca Juga: Target Rp 792 Miliar, Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta Siap Dongkrak Sektor Pariwisata

Denny Aputra, Kepala UPK (Unit Pengelola Kawasan) Kota Tua, mengatakan, rangkaian acara sebenarnya berlangsung aman dan kondusif sejak awal. Termasuk saat penampilan band Tipe-X serta Driv3. Namun, suasana mulai terganggu sekitar pukul 22.45 WIB saat Kotak tampil sebagai penutup acara.

ADVERTISEMENT

Saat penampilan band Kotak, tercium aroma tidak sedap seperti bau kentut di area penonton. Situasi kian memburuk sekitar jam 23.00 WIB ketika penonton di barisan depan mulai mengalami rasa pedih pada mata hingga sesak napas.

Melalui akun Threads resminya, vokalis Kotak, Tantri, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para penggemar yang hadir saat acara konser Kotak di Kota Tua. Ia menjelaskan bahwa konser harus berhenti karena adanya oknum yang sengaja melepaskan gas berbau tajam di tengah penonton.

Tantri mengaku belum mengetahui pasti kandungan bahan kimia dalam gas tersebut. Dampak paparan zat itu membuat sang vokalis mengalami batuk dan sesak napas hingga tidak sanggup melanjutkan penampilan. Sementara beberapa penonton bahkan pingsan di tempat.

Baca Juga: Fadli Zon Siapkan Museum Film di Kota Tua Jakarta, Sajikan Perjalanan Perfilman Indonesia

Bukan Gas Air Mata, Pemicu Kepanikan untuk Pencopetan

Pihak pengelola memastikan bahwa zat yang disebarkan bukan merupakan gas air mata, tetapi bahan berbentuk serbuk yang tidak membekas di lokasi kejadian. Walau tidak berbekas, serbuk misterius ini menimbulkan bau menyengat yang merangsang gangguan pernapasan.

Denny mengungkapkan dugaan bahwa pelaku sengaja menyebarkan serbuk tersebut untuk menciptakan kepanikan massal dan kerusuhan. Kemudian akan pelaku manfaatkan sebagai modus aksi pencopetan saat terjadi kepanikan di tengah kerumunan.

Petugas di lapangan langsung melakukan tindakan medis darurat kepada para pengunjung yang mengalami sesak napas agar kondisinya tidak memburuk. Selain itu, area panggung konser drup musik Kotak disterilkan selama kurang lebih 15 menit untuk memastikan lokasi kembali aman.

Baca Juga: Guns N’ Roses Siap Guncang Jakarta 2026: Jadwal War Tiket, Harga, dan Bocoran Setlist Lengkap

Terduga pelaku saat ini telah mendekam di Polsek Subsektor Pinangsia untuk proses hukum dan pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Denny menegaskan bahwa keselamatan pengunjung serta artis menjadi prioritas utama. Pihak penyelenggara pun berkomitmen bakal melakukan evaluasi ketat guna memperketat sistem pengamanan acara selanjutnya. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU