ADVERTISEMENT
BerandaBerita TerbaruJangan Lewatkan! Ini Rangkaian Fenomena Astronomi Bulan September 2026 yang Menghiasi Langit

Jangan Lewatkan! Ini Rangkaian Fenomena Astronomi Bulan September 2026 yang Menghiasi Langit

Berbagai fenomena astronomi Bulan September menghiasi langit malam dengan pertunjukan hujan meteor dan pendar planet benderang. Peristiwa ekuinoks dan puncak purnama Harvest Moon jua menjadi atraksi antariksa yang dapat diamati masyarakat.

ADVERTISEMENT

harapanrakyat.com,- Berbagai fenomena astronomi Bulan September siap menghiasi langit malam dengan pemandangan alami yang sangat memukau. Peristiwa antariksa ini meliputi pertunjukan hujan meteor, atraksi pendar planet benderang, hingga fase bulan purnama istimewa. Para pengamat di Indonesia berkesempatan menyaksikan sebagian besar keindahan langit ini secara langsung.

Baca juga: Fenomena Okultasi Venus, Bulan Sabit Terlihat Bersama Bintang

Awal bulan dibuka oleh puncak hujan meteor Aurigid yang berasal dari rasi bintang Auriga. Fenomena ini dipicu oleh serpihan debu Komet Kiess yang terbakar saat melintasi lapisan atmosfer bumi. Selanjutnya, puncak hujan meteor epsilon-Perseid dari rasi Perseus terjadi pada sembilan September.

Kemunculan hujan meteor tersebut berlangsung berdekatan dengan fase bulan baru pada sebelas September. Minimnya pancaran cahaya bulan membuat kondisi langit malam menjadi sangat gelap dan jernih. Suasana gelap ini mempermudah masyarakat mengamati objek redup seperti Galaksi Andromeda di ufuk malam.

Puncak Fenomena Astronomi Bulan September dan Atraksi Benda Langit

ADVERTISEMENT

Peristiwa okultasi langka terjadi ketika piringan bulan melintas menutupi planet Venus pada empat belas September. Fenomena penutupan unik ini dapat disaksikan dari wilayah Sumatera, Jawa bagian barat, dan Kalimantan Barat. Sesaat usai matahari terbenam, kedua benda langit tersebut tampak sangat berdekatan di ufuk barat.

Ketampakan planet tetangga bumi tersebut mencapai pendar kecerahan maksimum pada delapan belas September. Pancaran sinarnya yang sangat dominan membuat planet ini terlihat jelas dari kawasan perkotaan. Di samping itu, planet Merkurius jua tampak berdampingan tidak jauh dari posisi Venus.

Baca juga: Warga Ciamis Abadikan Okultasi Venus, Bulan Sabit di Langit Mirip Simbol Kubah Masjid

Deretan planet lain seperti Mars, Jupiter, dan Saturnus jua turut menghiasi garis cakrawala timur. Pada dua puluh lima September, planet Mars akan terlihat sejajar bersama bintang Castor dan Pollux. Pemandangan fajar tersebut semakin memikat dengan kehadiran planet Jupiter yang bertengger rendah di atas cakrawala.

Peristiwa Ekuinoks Musim Gugur dan Purnama Harvest Moon

Momen penting ekuinoks terjadi pada dua puluh tiga September saat matahari berada tepat di atas garis ekuator. Peristiwa alam ini menjadi penanda batas pergantian musim bagi wilayah belahan bumi utara dan selatan. Khusus di kota Pontianak, fenomena hari tanpa bayangan berlangsung tepat pada tengah hari.

Kondisi geomagnetik di sekitar waktu ekuinoks jua mendukung peningkatan potensi kemunculan aurora borealis. Cahaya warna-warni tersebut berpeluang menyapa para pengamat yang berada di wilayah kawasan lintang tinggi. Fenomena menakjubkan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pegiat astronomi internasional di kawasan arktik.

Bulan purnama Harvest Moon hadir menutup rangkaian peristiwa langit pada dua puluh enam September malam. Posisinya yang berdekatan dengan momen ekuinoks membuat purnama ini tampak lebih besar dan berwarna oranye. Pemandangan purnama istimewa ini terlihat didampingi oleh planet Saturnus dengan jarak terpisah sekitar enam derajat.

Baca juga: Dikenal Punya Permukaan Ekstrem, Ternyata Mikroba Bumi Bisa Hidup di Bulan

Rangkaian penutup bulan September diwarnai oleh puncak aktivitas hujan meteor Sextantid pada dua puluh tujuh September. Fenomena Sextantid tergolong dalam hujan meteor pada siang hari lantaran titik radiannya posisinya tinggi pasca matahari terbit. Meskipun demikian, kilatan meteor ini masih dapat teramati sesaat sebelum fajar menyingsing.

Seluruh peristiwa langit ini memberikan kesempatan berharga bagi masyarakat untuk mempelajari keteraturan alam semesta. Sebagian besar atraksi antariksa tersebut dapat dinikmati secara langsung tanpa menggunakan bantuan alat teleskop. Kehadiran fenomena astronomi Bulan September ini dipastikan menjadi sarana rekreasi edukatif yang sangat berkesan bagi keluarga. (Muhafid/R6/HR-Online)

BERITA TERBARU