harapanrakyat.com,- Perlindungan masyarakat dari penyalahgunaan obat menjadi perhatian serius para apoteker di Kabupaten Pangandaran. Menjelang peringatan World Pharmacists Day (WPD) 2026, organisasi profesi bersama pemerintah daerah ini bersatu. Mereka memperkuat komitmen untuk mencegah penyalahgunaan psikotropika dan peredaran obat-obat tertentu (OOT) secara ilegal.
Baca Juga: Loka Labkesmas Pangandaran Perkuat Sinergi, Dukung Layanan Kesehatan Daerah
Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Pangandaran, bersama Dinas Kesehatan Pangandaran menyepakati Pakta Integritas. Pakta integritas tersebut disepakati pada 22 September 2026, menjelang peringatan WPD yang diperingati setiap 25 September.
Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama organisasi profesi dan pemerintah daerah. Komitmen ini untuk memperkuat pengawasan, edukasi, serta pencegahan penyalahgunaan psikotropika dan peredaran OOT secara ilegal di Kabupaten Pangandaran.
Ketua PC IAI Kabupaten Pangandaran, apt. Elis Ronasih, menekankan posisi strategis apoteker di masyarakat. Menurutnya, apoteker memastikan obat yang beredar diperoleh serta digunakan secara aman dan sesuai aturan.
“Apoteker tidak hanya menyediakan dan menyerahkan obat. Apoteker juga memastikan obat diperoleh melalui jalur legal dan digunakan secara tepat. Langkah ini bertujuan memberikan manfaat serta keamanan bagi seluruh masyarakat,” ujar Elis, Rabu (23/9/2026).
Melalui pakta integritas di peringatan World Pharmacists Day, apoteker di Kabupaten Pangandaran menegaskan komitmen profesi mereka. Mereka ingin berperan aktif mencegah peredaran Obat-Obat Tertentu (OOT) ilegal dan penyalahgunaan psikotropika.
Elis menegaskan, persoalan penyalahgunaan obat tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Penanganan masalah ini, perlu sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kefarmasian, aparat penegak hukum, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Pakta Integritas ini bukan hanya sebuah dokumen atau seremonial, Tetapi juga, menjadi komitmen moral dan profesional bagi kami untuk terus menjaga integritas profesi apoteker,” tambah Elis.
Ia menambahkan, pelayanan kefarmasian di Kabupaten Pangandaran harus tetap berjalan sesuai standar profesi, etika, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Dinkes Jabar Siagakan Faskes dan Minta Warga Waspadai ISPA hingga Pneumonia
World Pharmacists Day 2026, Apoteker Pangandaran Dorong Edukasi Penggunaan Obat yang Aman
PC IAI Pangandaran juga aktif memberikan edukasi, yang berfokus pada penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Sebab, obat memang memiliki manfaat untuk kesehatan apabila digunakan sesuai indikasi dan aturan. Namun, penggunaan tanpa pengawasan, dosis yang tidak tepat, maupun pembelian dari sumber ilegal, dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Untuk itu, Elis mengingatkan masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU, yakni Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan benar. Masyarakat diminta memperoleh obat hanya melalui sarana pelayanan kefarmasian yang resmi dan berizin. Jika membutuhkan informasi mengenai obat, masyarakat juga dianjurkan berkonsultasi langsung dengan apoteker.
“Jangan mengambil risiko terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga. Pastikan obat diperoleh dari tempat yang resmi dan gunakan sesuai aturan. Jika membutuhkan informasi tentang obat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan apoteker,” pesannya.
Momentum World Pharmacists Day 2026 sekaligus menjadi pengingat, bahwa tugas apoteker tidak sebatas menyediakan obat bagi masyarakat. Ada tanggung jawab untuk memastikan obat digunakan secara tepat, sekaligus mencegah obat disalahgunakan dan beredar melalui jalur ilegal.
Melalui Pakta Integritas ini, menegaskan komitmen memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan kefarmasian. Selain itu juga, mendorong praktik kefarmasian yang profesional dan berintegritas.
Para apoteker juga diajak menjadi bagian dari upaya bersama, menciptakan lingkungan yang lebih aman dari penyalahgunaan obat.
Baca Juga: Stop Asal Minum Obat Tanpa Resep! Apoteker RSUD Pandega Pangandaran Ungkap Risikonya
“Mari kita jaga obat agar tetap menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan, bukan menjadi sumber masalah bagi masyarakat. Momentum World Pharmacists Day ini, apoteker Pangandaran bersatu, menjaga integritas profesi, dan melindungi masyarakat,” pungkasnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)





