harapanrakyat.com,- Di tengah kemarau panjang yang membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai kesulitan mendapatkan air bersih, Sumur Persatuan di Kecamatan Padaherang justru tetap menjadi tumpuan warga.
Sumur yang telah puluhan tahun dimanfaatkan masyarakat itu seolah tak mengenal musim, tetap mengalir meski dipompa sejak subuh hingga malam dan menjadi sumber air bagi warga dari Desa Karangsari hingga Desa Padaherang.
Meski bukan fasilitas baru, keberadaan sumur sedalam 15 susunan gorong-gorong ini sudah menyokong kebutuhan hidup masyarakat selama puluhan tahun. Letaknya yang berada di RT 04 RW 02 Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran membuat aksesnya dimanfaatkan secara lintas wilayah. Meliputi warga Desa Karangsari hingga Desa Padaherang.
Baca Juga: Kemarau Berkepanjangan, Warga Ujungjaya Sumedang Kesulitan Air Bersih
Salah satu warga setempat Gusmi mengatakan bahwa pasokan air di sumur tersebut relatif stabil dan tidak pernah surut meski terus dipompa warga dari subuh hingga larut malam.
“Kondisi airnya pun tergolong jernih sehingga aman dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya, Senin (28/9/2026).
Saban hari, alur antrean warga terlihat mengular membawa beragam wadah penampung air, mulai dari galon bekas, ember, hingga jerigen.
Baca Juga: Musim Kemarau, Dawuan Peusing Ciamis Dipadati Pemancing dari Berbagai Daerah
Tak sekadar menimba air untuk dibawa pulang, area sekitar sumur juga difungsikan sebagai ruang sosial. Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkannya untuk mencuci pakaian bersama.
Sesuai namanya, Sumur Persatuan berdiri dari landasan gotong royong warga. Sebelum bertransformasi seperti sekarang, struktur sumur masih berupa galian tanah sederhana.
“Masyarakat kemudian berinisiatif mengumpulkan dana swadaya sebesar Rp700.000 yang dipadukan dengan bantuan kas pemerintah desa untuk merenovasi sumur agar lebih layak dan bersih,” katanya.
Kini, di tengah sulitnya mendapatkan pasokan air akibat kemarau, kesadaran warga dalam merawat aset bersama tersebut terbukti membuahkan hasil.
Sumur Persatuan tak hanya sukses mengatasi krisis air, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan lintas desa yang terus terjaga.(Ala Heryana/R9/HR-Online/Editor-Dadang)





