BerandaBerita TerbaruKetahui Penyebab Tulang Bengkak Setelah Cedera

Ketahui Penyebab Tulang Bengkak Setelah Cedera

Tulang bengkak setelah cedera perlu mendapat perhatian jika pembengkakan terus bertambah atau tidak membaik. Selain itu, kalau nyeri semakin berat pun dapat menjadi tanda bahwa cedera membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini sebaiknya tidak penderitanya abaikan, terutama setelah mengalami benturan keras.

Tulang bengkak setelah cedera sering kali tiba-tiba muncul setelah tubuh mengalami benturan, jatuh, keseleo, atau tekanan berlebih. Kondisi ini dapat menimbulkan pembengkakan, nyeri, kemerahan, dan keterbatasan gerak pada area yang terdampak. Meski begitu, penyebabnya tidak selalu berasal dari tulang langsung. Jaringan di sekitar tulang, seperti otot, ligamen, dan jaringan lunak, juga dapat mengalami peradangan setelah cedera.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Kanker Tulang yang Bisa Serang Sel Dalam Tubuh

Tulang Bengkak Setelah Cedera Karena Peradangan

Tulang bengkak bisa saja berkaitan dengan respons alami tubuh terhadap kerusakan jaringan. Saat terjadi cedera, tubuh akan mengirimkan lebih banyak darah dan cairan ke area tersebut. Proses ini memicu peradangan yang membantu tubuh untuk memulai pemulihan.

Selain itu, benturan keras bisa merusak jaringan lunak di sekitar tulang. Kerusakan tersebut memicu pembengkakan dan rasa nyeri. Pada beberapa kasus, pembengkakan ini terlihat jelas meski tulang tidak patah.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, keseleo juga dapat menyebabkan kondisi tulang bengkak setelah cedera. Cedera pada ligamen serta jaringan di sekitar sendi bisa menimbulkan bengkak dalam beberapa jam setelah kejadian. Bahkan intensitas pembengkakan biasanya bergantung pada tingkat kerusakan jaringan.

Cedera yang Dapat Memicu Pembengkakan

Terdapat beberapa hal yang menjadi pemicu bengkak usai mengalami cedera. Patah tulang, contohnya, dapat menyebabkan pembengkakan yang cukup berat di area cedera. Kondisi ini sering disertai nyeri hebat, sulit menggerakkan anggota tubuh, serta perubahan bentuk pada bagian tertentu.

Baca Juga: Olahraga yang Dilarang untuk Skoliosis Patut Anda Hindari

Selanjutnya, memar juga bisa memicu pembengkakan setelah terjadi benturan. Pembuluh darah kecil yang rusak akan mengeluarkan darah ke jaringan sekitar. Hal tersebut kemudian menimbulkan perubahan warna kulit dan pembengkakan pada area yang terkena benturan.

Sementara itu, cedera berulang bisa memperpanjang proses peradangan. Melakukan aktivitas fisik yang terus membebani bagian tubuh belum pulih pun akan memperburuk keluhannya. Oleh sebab itu, istirahat dan mengurangi aktivitas pada bagian area cedera membantu memberikan waktu bagi tubuh untuk melakukan pemulihan.

Waktu yang Tepat untuk Memeriksa

Tulang bengkak setelah cedera perlu mendapat perhatian jika pembengkakan terus bertambah atau tidak membaik. Selain itu, kalau nyeri semakin berat pun dapat menjadi tanda bahwa cedera membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini sebaiknya tidak penderitanya abaikan, terutama setelah mengalami benturan keras.

Selanjutnya, kesulitan menggerakkan anggota tubuh juga menjadi tanda lain yang harus diperhatikan. Mati rasa, kesemutan, perubahan warna kulit, atau bentuk anggota tubuh yang tampak tidak normal memerlukan pemeriksaan medis. Sebab gejala tersebut bisa berkaitan dengan cedera yang lebih serius.

Dalam hal ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan kebutuhan pemeriksaan penunjang, seperti rontgen. Pemeriksaan tentunya membantu untuk mengetahui apakah terjadi patah tulang atau ada kerusakan lain. Di sisi lain, diagnosis yang tepat juga membantu menentukan penanganan sesuai kondisi cedera.

Baca Juga: Sakit Nyeri Punggung Bawah, Gejala Hingga Pengobatannya

Bisa diketahui bahwa tulang bengkak setelah cedera muncul akibat peradangan, memar, keseleo, maupun patah tulang. Tingkat pembengkakan serta gejala penyertanya dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat cedera. Akan tetapi, hal tersebut tidak cukup untuk menentukan diagnosis secara pasti. Jika tulang bengkak setelah cedera semakin parah, nyeri terasa berat, atau gerakan tubuh terganggu, lakukan pemeriksaan langsung untuk menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat. (R10/HR-Online)

BERITA TERBARU