harapanrakyat.com,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali menuai keluhan dari orang tua wali murid. Kali ini, dugaan makanan tidak layak konsumsi berupa sayur basi melanda salah satu sekolah dasar.
Baca juga: Camat Temukan Dapur SPPG Bangunsari 2 Ciamis Belum Pasang IPAL, Ini Respons Pengelola
Kekecewaan tersebut sempat mencuat ke publik setelah pemilik akun Facebook bernama Suyono mengunggah rasa kekecewaannya. Unggahan tersebut bahkan cepat menyebar di beberapa grup WhatsApp warga.
“Aduh jangan sampai terjadi lagi. Entah SPPG mana ini sayur basi dikasih ke anak SD. Padahal baru jam 10 pagi,” tulis Suyono dalam unggahannya.
Sekolah Benarkan Orang Tua Siswa Komplain
Namun, unggahan tersebut kini mendadak hilang dari akun Facebook milik Suyono. Kuat dugaan postingan itu dihapus akibat adanya tekanan. Upaya konfirmasi HR Online pun menemui jalan buntu lantaran akun Facebook yang bersangkutan menutup fitur kirim pesan (Messenger).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket MBG berisi sayur basi tersebut diterima oleh para siswa di SDN 3 Sukahurip, Kecamatan Pamarican.
Baehaki Efendi, salah seorang guru di SDN 3 Sukahurip, membenarkan adanya komplain dari orang tua siswa terkait kondisi makanan yang tidak layak tersebut.
Baca juga: Warga Pamarican Ciamis Kembali Geger, Menu MBG Kentang Berlendir dan Tempe Bau Viral di Medsos
“Kebetulan yang menerima MBG di sekolah itu tadi saya. Paket ompreng ini datang sekitar pukul 08.30 WIB. Saat dibagikan saya memang tidak mengecek sayurnya karena anak-anak selalu membawa pulang makanan tersebut dengan dipindahkan ke tempat bekal masing-masing,” ujar Baehaki, Selasa (1/9/2026).
Baehaki menjelaskan, keluhan baru bermunculan menjelang siang hari setelah siswa kelas 1 pulang ke rumah, hingga akhirnya ramai di media sosial. “Untuk lebih jelasnya silakan langsung konfirmasi ke dapur SPPG Katineung ya, karena tadi saya juga sudah mengajukan komplain terkait masalah ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, HR Online belum mendapatkan keterangan resmi maupun konfirmasi dari pihak pengelola Dapur SPPG Katineung. (Suherman/R6/HR-Online)





