ADVERTISEMENT
BerandaBerita TerbaruMenelusuri Pesona Studio Alam Gamplong, Destinasi Wisata Mini Hollywood Bersejarah di Yogyakarta

Menelusuri Pesona Studio Alam Gamplong, Destinasi Wisata Mini Hollywood Bersejarah di Yogyakarta

Di kawasan Studio Alam Gamplong, para pengunjung dapat menjelajahi beraneka sudut foto yang estetis. Seperti replika Benteng VOC, Kampung Pecinan, Rumah Nyai Ontosoroh, Pendopo Joglo Keraton Mataram. Hingga kendaraan trem kuno.

ADVERTISEMENT

Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta menyimpan beragam destinasi menarik. Salah satunya Studio Alam Gamplong yang populer dengan julukan Mini Hollywood Indonesia.

Berlokasi sekitar 16 hingga 20 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, kawasan tersebut menyajikan lokasi syuting film terbuka berarsitektur era kolonial dan tradisional yang memikat para pecinta fotografi serta sejarah.

Pesona Bangunan Tematik Studio Alam Gamplong

Baca Juga: Wisata Hits Sleman: Menjelajahi Ibarbo Park Jogja, Kota Kartun dan Aviari Terbesar di Indonesia

Pembangunan kompleks set perfilman ini diprakarsai oleh pendiri Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo, bersama sutradara Hanung Bramantyo untuk pembuatan film sejarah Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta, serta Bumi Manusia.

ADVERTISEMENT

Berdiri di atas tanah kas Desa Sumberrahayu seluas 2 hektar sejak tahun 2017, bangunan tematik menyerupai lanskap Indonesia abad ke-16 hingga awal abad ke-20 ini tidak dirobohkan usai pengambilan gambar.

Pada 15 Juli 2018, aset set film tersebut secara resmi dihibahkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Hibah ini untuk mendorong perekonomian warga desa sekaligus menjadi sarana edukasi perfilman.

Daya Tarik Unik dan Rincian Tiket Masuk

Baca Juga: Tren Pariwisata Jogja 2026: Rekomendasi Hotel Bintang 3 Dekat Malioboro yang Estetik

Di kawasan Studio Alam Gamplong, para pengunjung dapat menjelajahi beraneka sudut foto yang estetis. Seperti replika Benteng VOC, Kampung Pecinan, Rumah Nyai Ontosoroh, Pendopo Joglo Keraton Mataram. Hingga kendaraan trem kuno.

Pengelola menerapkan sistem pembayaran tiket masuk utama secara sukarela atau seikhlasnya di pintu gerbang utama. Hal ini untuk mendukung operasional kawasan desa wisata.

Namun, bagi wisatawan yang ingin memasuki area wahana atau museum spesifik seperti Museum Bumi Manusia, Museum Habibie & Ainun, Set Kereta Tua, maupun Galeri Mripat Lawas, tarifnya pun sangat terjangkau. Yakni berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per wahana.

Secara administratif, objek wisata ini terletak di Dusun Gamplong 1, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Wisatawan yang berangkat dari pusat Kota Yogyakarta dapat menempuh perjalanan sekitar 30 hingga 45 menit ke arah Barat melalui Jalan Godean atau Jalan Wates.

Baca Juga: Desa Wisata di Indonesia Berkelas Internasional, Raih Penghargaan Best Tourism Village

Destinasi ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Selain berswafoto, pengunjung juga dapat menyewa kostum vintage bernuansa klasik. Serta membeli kain tenun otentik langsung dari sentra pengrajin tenun lokal setempat.

Kehadiran Studio Alam Gamplong tidak hanya memperkaya pilihan tempat rekreasi di Yogyakarta. Tetapi juga membuktikan bagaimana sebuah set pembuatan film dapat bertransformasi menjadi objek wisata edukatif yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU