BerandaBerita TerbaruMenelusuri Sejarah Panjang Perguruan Tinggi Negeri Tertua di Indonesia dari Masa Kolonial...

Menelusuri Sejarah Panjang Perguruan Tinggi Negeri Tertua di Indonesia dari Masa Kolonial hingga Era Modern

Kiprah bersejarah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menjadikan keberadaan Perguruan Tinggi Negeri tertua di Indonesia ini sebagai warisan intelektual yang terus berkontribusi besar bagi kemajuan pendidikan nasional hingga sekarang.

harapanrakyat.com,- Perkembangan lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air tidak lepas dari keberadaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tertua di Indonesia yang menjadi fondasi utama lahirnya berbagai universitas negeri terkemuka saat ini.

Sejarah panjang perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia mencatat perjalanan transformatif yang dimulai sejak era pemerintah kolonial Hindia Belanda. Hingga terbentuknya sistem pendidikan nasional.

Kebijakan Kolonial dan Cikal Bakal Perguruan Tinggi Negeri Tertua di Indonesia

Baca Juga: Pendanaan Program Sekolah Negeri dan PTN Gratis, Menkeu Suahasil: Tak Ada Dana Tambahan Baru

Akar sejarah lembaga pendidikan tinggi di Indonesia bermula dari penerapan kebijakan Politik Etis (Etische Politiek) oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20.

Rintisan awal berfokus pada pendidikan kedokteran melalui pendirian Dokter-Djawa School pada 2 Januari 1849. Sekolah tersebut kemudian berkembang menjadi STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) pada tahun 1898, hingga kemudian meningkatkan statusnya menjadi Geneeskundige Hoogeschool (GHS) pada 16 Agustus 1927 di Batavia.

Selain kedokteran, pemerintah kolonial Belanda juga mendirikan Rechtshoogeschool te Batavia (RHS) pada 28 Oktober 1924 untuk pendidikan hukum.

ADVERTISEMENT

Di bidang teknik, Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) resmi dibuka pada 3 Juli 1920 di Bandung atas prakarsa perhimpunan swasta KIVHTONI, sebelum diambil alih oleh pemerintah kolonial.

THS beroperasi dengan satu fakultas teknik (de Faculteit van Technische Wetenschap) dan satu jurusan teknik sipil (de afdeeling der Wegen Waterbouw). Ini menjadi embrio lahirnya ITB (Institut Teknologi Bandung).

Pengaturan lembaga-lembaga tersebut berlandaskan Hooger Onderwijs Wet tahun 1905 dan 1924. Pada masa-masa akhir kekuasaan kolonial, didirikan pula Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (FLeW) di Batavia pada 1940. Serta Faculteit van Landbouwwetenschap (FvLw) di Buitenzorg pada 1941.

Setelah proklamasi kemerdekaan kemudian mendirikan Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia (BPTRI) pada 19 Agustus 1945. Pasca-pengakuan kedaulatan, penggabungan BPTRI dan Universiteit van Indonesië (UVI) disahkan melalui Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1950. Kemudian berganti nama secara resmi menjadi Universitas Indonesia melalui UU Nomor 10 Tahun 1955.

Proses perintisan sejak era kolonial hingga penggabungan nasional tersebut mengukuhkan posisi Universitas Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Negeri tertua di Indonesia. Selanjutnya lahir berbagai institusi pendidikan tinggi negeri unggulan lainnya di berbagai wilayah.

Baca Juga: Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Incaran Pelajar

Perkembangan Perguruan Tinggi Negeri Pionir di Era Kemerdekaan

Seiring berjalannya waktu, fakultas-fakultas UI yang tersebar di berbagai daerah berangsur-angsur berkembang dan memisahkan diri menjadi perguruan tinggi mandiri.

Fakultas Teknik serta FIPIA UI di Bandung memisahkan diri menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2 Maret 1959. Kemudian oleh Fakultas Pertanian serta Kedokteran Hewan Universita Indonesia di Bogor yang menjadi IPB (Institut Pertanian Bogor) pada 1 September 1963.

Cabang-cabang UI lainnya di luar Jakarta juga berkembang menjadi Universitas Airlangga (UNAIR) di Surabaya, Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar. Serta IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta).

Selain UI, era awal kemerdekaan juga melahirkan perguruan tinggi pionir lainnya. Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta berdiri pada 19 Desember 1949 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1949. Perguruan tinggi ini menggabungkan beberapa sekolah tinggi di Yogyakarta, Solo, dan Klaten.

Sementara itu, Universitas Airlangga secara resmi menjadi PTN melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1954. Serta tercatat sebagai perguruan tinggi negeri pelopor di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Pesantren di Jawa Barat Tahun 1800-1900, Basis Pendidikan Islam yang Ditakuti Belanda

Rekam jejak sejarah dari era sekolah tinggi kolonial hingga pemisahan fakultas secara mandiri menunjukkan dinamika panjang dunia akademis nasional.

Kiprah bersejarah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menjadikan keberadaan Perguruan Tinggi Negeri tertua di Indonesia ini sebagai warisan intelektual yang terus berkontribusi besar bagi kemajuan pendidikan nasional hingga sekarang. (Eva/R3/HR-Online)

BERITA TERBARU