harapanrakyat.com,- Perkembangan transportasi rel di tanah air memiliki rekam jejak yang amat panjang, di mana pemahaman akan sejarah Hari Kereta Api Nasional yang diperingati setiap tanggal 28 September, memegang peranan penting untuk memahami transformasi moda angkutan massal ini.
Perjalanan jaringan rel berawal dari masa pemerintahan Hindia Belanda demi mempercepat pengangkutan komoditas hasil bumi. Hingga akhirnya berhasil dikuasai secara penuh oleh bangsa Indonesia pasca-kemerdekaan.
Revolusi dan Kebangkitan dalam Sejarah Hari Kereta Api Nasional
Baca Juga: Rilis 28 September 2026: Jelajahi Keindahan Nusantara Bersama Kereta Mewah Nusantara Explorer
Pembangunan jalur rel pertama pada 17 Juni 1864 di Semarang oleh Mr. L.A.J. Baron Sloet van de Beele. Kemudian dioperasikan oleh NISM untuk rute Samarang – Tanggung sepanjang 26 kilometer sejak 10 Agustus 1867.
Pemerintah kolonial kemudian mendirikan perusahaan Staatsspoorwegen (SS) pada 1875. Titik krusial yang membentuk Sejarah Hari Kereta Api Indonesia terjadi pada 28 September 1945, saat para pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) pimpinan Ismangil, berhasil menguasai Balai Besar Kereta Api Bandung dari militer Jepang.
Peristiwa bersejarah tersebut menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI). Sekaligus diresmikan sebagai momentum tahunan peringatan perkeretaapian nasional.
Baca Juga: Aksi Unik KAI Daop 2 Bandung Tarik Lokomotif 80 Ton dalam Peringatan HUT ke-81 RI
Pasca-kemerdekaan, struktur kelembagaan mengalami evolusi dari DKA, PNKA, PJKA, Perumka, PT Kereta Api, hingga menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI pada 2010.
Seluruh aset pengangkutan yang dinasionalisasi melalui UU No. 86 Tahun 1958 resmi menjadi milik sepenuhnya Negara Republik Indonesia setelah pelunasan ganti rugi selesai pada 2003.
Baca Juga: Intip Mewahnya KA Nusantara Explorer, Inovasi Kereta Tidur Terbaru dari KAI yang Sedang Uji Coba
Era Modern Perkeretaapian Nasional
Memasuki era modern, perkeretaapian nasional telah bertransformasi pesat melalui penerapan e-ticketing, operasional LRT Jabodebek tanpa masinis. Serta kehadiran Kereta Cepat Whoosh berkecepatan 350 km/jam pada 2023.
Penguatan infrastruktur dan inovasi ini membuktikan bahwa semangat dari sejarah Hari Kereta Api Nasional terus hidup dalam mendukung mobilitas. Sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional hingga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,872 triliun pada laporan keuangan 2023. (Eva/R3/HR-Online)





