BerandaBerita CiamisPabrik Tusuk Sate di Cisaga Ciamis Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta

Pabrik Tusuk Sate di Cisaga Ciamis Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta

Bangunan pabrik tusuk sate di Cisaga Ciamis berukuran 6x9 meter persegi beserta aset di dalamnya hangus terbakar.

​harapanrakyat.com,- Sebuah pabrik pembuatan tusuk sate milik Ade Suhendra (40) warga Dusun Pasirpeuteuy, RT 018/RW 09, Desa Sidamulya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar pada Kamis (3/9/2026). 

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.20 WIB. Saat itu, pabrik sedang beroperasi melakukan proses pengopenan tusuk sate. Korban yang rumahnya tepat berdampingan dengan lokasi usaha, sempat meninggalkan area pabrik sebentar untuk mengambil barang.

​Namun, kondisi angin yang berembus cukup kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke bagian atap. Saat korban kembali, api sudah dalam keadaan berkobar hebat.

Baca Juga: Kalah Uji Coba dari Porprov Kota Bandung, Eka Ramdani Ungkap Alasan Turunkan Pemain Muda PSGC Ciamis

​Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan kejadian tersebut setelah Pos Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah menerima laporan dari pemilik bangunan.

​”Begitu menerima laporan pukul 11.20 WIB, petugas langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman hingga pendinginan,” ujarnya. 

Pemadaman Api di Pabrik Tusuk Sate Cisaga

​Proses pemadaman berlangsung dinamis dengan melibatkan berbagai pihak. Selain jajaran Pos WMK Rancah dan bantuan Damkar Kota Banjar, penanganan di lapangan turut dibantu personel Polsek Cisaga, Koramil Cisaga, aparatur desa dan kecamatan, Tagana, PLN, Puskesmas, serta warga setempat.

​”Petugas memastikan seluruh area diobservasi secara menyeluruh sampai api benar-benar padam dan situasi aman terkendali,” tambah Budi.

​Budi menyebut, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, bangunan pabrik berukuran 6×9 meter persegi beserta aset di dalamnya hangus terbakar. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 80 juta.

“Untuk penyebab kebakaran tersebut, diduga dari pengopenan yang ditinggalkan pemiliknya. Kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp 80 juta,” ucapnya. 

​Atas kejadian ini, Budi mengimbau warga, khususnya para pelaku usaha yang memanfaatkan proses pemanasan atau pengopenan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan lokasi usaha saat alat pengering sedang menyala.

Baca Juga: Kejari Ciamis Musnahkan Barang Bukti 61 Perkara, Kasus Obat Terlarang Marak di Pangandaran 

“Petugas di lapangan juga menyosialisasikan nomor darurat pemadam kebakaran kepada warga sekitar agar penanganan dini bisa segera dilakukan jika terjadi hal serupa,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu) 

BERITA TERBARU