harapanrakyat.com,- Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota menemukan fakta baru terkait insiden dugaan penganiayaan yang menewaskan Ikrom Maulana (16), seorang remaja yang berprofesi sebagai penjual jasuke.Â
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial, si perekam vidio menyebut korban dilempar geng motor, dalam vidio itu memperlihatkan korban tergeletak di atas aspal depan eks Terminal Cilembang, Jalan Ir H Juanda. Namun, berdasarkan keterangan dua saksi rekan korban, lokasi penganiayaan sebenarnya terjadi di Jalan E.Z. Mutaqin.
Baca Juga: Polisi Usut Tuntas Bentrokan Geng Motor vs OTK yang Tewaskan Pedagang Jasuke di Tasikmalaya
Saat kejadian, korban berboncengan tiga orang bersama dua rekannya. Setelah insiden penganiayaan, rekan korban melarikan diri sambil membawa korban yang terluka parah untuk meminta pertolongan warga di depan eks Terminal Cilembang, seperti yang terlihat dalam rekaman video viral.
Kepolisian juga mengungkap fakta lain terkait identitas korban dan rekannya. Berdasarkan keterangan saksi (rekan korban), mereka (korban dan dua saksi) diketahui merupakan anggota dari salah satu kelompok geng motor.
“Korban dan dua rekannya merupakan anggota kelompok geng motor. Informasi itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari kedua rekan korban yang kami mintai keterangan sebagai saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, Kamis (3/9/2026).
Kronologi Kasus Penganiayaan Remaja Penjual Jasuke di Tasikmalaya
Akp Januar menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula pada Minggu (30/8/2025) sekitar pukul 02.15 WIB. Korban bersama dua rekannya melintas di kawasan Jalan E.Z. Mutaqin menggunakan sepeda motor matic dengan knalpot tidak standar. Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya hingga terjadi penganiayaan.
“Dalam insiden tersebut, korban yang berada di posisi paling depan menjadi sasaran serangan. Korban mengalami pukulan keras di bagian kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul hingga langsung tidak sadarkan diri,” tuturnya.
Melihat kondisi korban, kedua rekannya segera membawa korban ke Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026) siang.
Pihak kepolisin menyebut, untuk memperkuat alat bukti dan memastikan penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian telah melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah korban. Penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota terus mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri kelompok lawan yang terlibat, serta mencocokkan bukti lapangan.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penyidikan perkara ini, termasuk memburu para pelaku dan mengungkap motif di balik penganiayaan tersebut.
Keterangan Ibu Korban
Sementara itu saat ditemui di Rumah Sakit Hermina pada hari Selasa (2/9/2026), ibu korban menyebut bahwa almarhum anaknya tidak masuk geng motor.
Baca Juga: Polisi Otopsi Jenazah Remaja Pedagang Jasuke yang Jadi Korban Penganiayaan di Tasikmalaya
“Engga, anak saya engga masuk geng motor, kesehariannya hanya jualan jasuke bantu ayahnya,” kata ibu korban, Meli. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)





