harapanrakyat.com,- Tumpukan sampah yang mengendap di aliran sungai menjadi perhatian ratusan anggota Pramuka di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis. Mereka turun langsung membersihkan sampah yang memenuhi saluran sungai di Blok Kedungpicung, Dusun Sindangjaya, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Jumat 11 September 2026.
Aksi tersebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Gerakan ini menjadi bentuk kepedulian Pramuka terhadap kondisi lingkungan sekaligus pengingat bahwa persoalan sampah tidak mengenal batas wilayah administrasi.
Peduli Lingkungan, Pramuka Turun ke Sungai Bersihkan Sampah
Dari pantauan di lokasi, kondisi sungai cukup memprihatinkan. Beragam sampah rumah tangga tampak berserakan dan sebagian mengendap di sepanjang aliran sungai. Sampah yang ditemukan pun beragam, mulai dari popok bayi, kantong plastik, gelas dan botol plastik bekas, hingga berbagai jenis sampah organik.
Ratusan peserta kemudian menyusuri bagian sungai yang dipenuhi sampah. Mereka memungut satu per satu sampah tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong plastik maupun karung yang telah disiapkan. Setelah terkumpul, sampah kemudian diangkut untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 personel gabungan. Selain anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Pangandaran, turut bergabung Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Banjarsari dan Kwarcab Ciamis, anggota Komisi I DPRD Pangandaran, masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan, serta UPTD PSDA Wilayah Sungai Citanduy.
Baca juga: Resepsi Hari Pramuka ke-65, Kwarcab Ciamis Anugerahkan Penghargaan kepada 29 Pengabdi
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan aksi tersebut merupakan kegiatan bersama antara Pramuka Pangandaran dan Ciamis.
Menurutnya, keterlibatan dua wilayah tidak terlepas dari kondisi aliran sungai yang saling terhubung. Aliran dari wilayah Ciamis menuju Pangandaran membuat persoalan sampah di sungai tidak bisa hanya dibebankan kepada satu daerah. “Urusan sampah bukan urusan wilayah dan bukan urusan satu Kwarcab. Sampah adalah urusan kita semuanya,” kata Soleh, Jumat 11 September 2026.
Peran Nyata Anggota Pramuka untuk Lingkungan
Ia menegaskan, kepedulian terhadap sampah berkaitan langsung dengan keberlangsungan lingkungan. Karena itu, Pramuka berupaya mengambil peran nyata dengan memberikan kontribusi dalam menjaga alam.
Soleh menyebut aksi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka, khususnya semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kita sebagai Pramuka harus memberikan manfaat terhadap siapapun, terhadap makhluk dan alam. Kita mengambil posisi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan dan alam,” katanya.
Baca juga: GSR Pramuka Ciamis Tingkatkan Kapasitas Relawan Melalui Pelatihan Administrasi dan Vertical Rescue
Ia menjelaskan, kondisi kemarau turut memperparah penumpukan sampah di lokasi. Debit air sungai yang berkurang membuat sampah tidak terbawa arus dan akhirnya mengendap di sejumlah titik.
“Ketika arus air berkurang, sampah tidak bisa sampai ke hilir. Akhirnya terendap di sepanjang aliran dan menimbulkan tumpukan yang luar biasa,” jelasnya.
Menurut Soleh, kegiatan tersebut tidak akan berhenti pada aksi bersih-bersih hari ini. Pramuka Pangandaran dan Ciamis berencana menjadikannya sebagai gerakan berkelanjutan sesuai arahan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat.
Koordinasi dengan Kwarcab Ciamis pun telah dilakukan untuk memastikan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di titik-titik lain yang membutuhkan penanganan.
“Kita akan melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan. Hari ini menjadi tonggak awal bahwa persoalan sampah bukan tanggung jawab instansi A atau instansi B saja, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Soleh.
Sementara itu, Wakil Ketua Kwarcab Ciamis bidang Lingkungan Hidup, Pengabdian Masyarakat dan Tanggap Bencana, Yayat Ruhiyat atau akrab disapa Kang Wira, menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Ia mengingatkan bahwa membuang sampah ke sungai bukan hanya merusak lingkungan di sekitar lokasi, tetapi juga dapat membawa dampak lebih luas hingga ke wilayah hilir.
“Sungai bukan tempat membuang sampah. Esensinya itu. Jangan membuang sampah sembarangan karena dampaknya besar, bukan hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga bagi wilayah yang ada di hilir,” ujarnya. (Kiki/R6/HR-Online)





