harapanrakyat.com,- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi masyarakat bergerak menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Tugu Asmaul Husna, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/09/2026).
Action spontan ini digelar guna menyuarakan keprihatinan mendalam atas tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Santri yang mencapai ribuan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi berorasi secara bergantian menyampaikan kritik terbuka kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar Tugu Asmaul Husna.
Tidak hanya itu, para mahasiswa juga membagikan selebaran berisi data dan paparan kondisi riil pendidikan Kota Tasikmalaya kepada para pengendara.
Koordinator Aksi Mimbar Bebas, Rio menegaskan, aksi jalanan ini dipicu oleh keresahan mendalam melihat potret pendidikan daerah yang dinilai masih jauh dari kata layak.
“Aksi ini berangkat dari keresahan kami melihat kondisi pendidikan di Kota Tasikmalaya. Masih terdapat banyak persoalan mendasar, seperti 4.000 ribuan anak tidak sekolah di pusdatin, perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Hingga pra praktik pungutan liar (pungli). Hingga nasib kesejahteraan guru yang belum terjamin,” tegas Rio di sela-sela aksi.
Aksi Mimbar Bebas Mahasiswa Soroti Satgas ATS Kota Tasikmalaya
Pihaknya menyayangkan sikap para pemangku kebijakan yang dinilai tidak serius terhadap persoalan ini, menurut Rio, forum rapat yang diselenggarakan pemerintah belum saja membuahkan hasil yang jelas bagi nasib pendidikan masyarakat.
“Forum rapat dengan lintas sektor pernah dilakukan oleh pemerintah. Namun ternyata kerja nyata dari itu semua belum terasa dengan jelas. Maka kami melakukan mimbar bebas untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai kondisi pendidikan dan kinerja pemerintah yang belum maksimal,” tuturnya.
Melalui pembagian selebaran dan orasi terbuka dalam aksi mimbar bebas, mahasiswa berharap masyarakat luas dapat mengetahui realitas gelap yang tengah melanda dunia pendidikan daerah.
Pihaknya mendesak Pemkot Tasikmalaya dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar respons formalitas.
Secara khusus, Rio menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) ATS Kota Tasikmalaya agar mampu menghadirkan langkah taktis yang terukur di lapangan.
Baca Juga: Fenomena 4 Ribu Anak Tidak Sekolah di Kota Tasikmalaya, Ini Tanggapan Diky Chandra
“Harapan kami Satgas ATS bisa memberikan solusi konkret melalui langkah nyata. Tidak hanya sebatas pendataan di atas kertas. Pemerintah harus turun menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan, serta memastikan anak-anak kembali ke bangku sekolah,” pungkasnya. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)





