harapanrakyat.com,- Sejumlah warga di Kota Banjar, Jawa Barat, menyesalkan tidak adanya penambahan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraaan atau armada pengangkut sampah.
Salah seorang warga, Entis Sutisna mengaku khawatir tidak adanya penambahan anggaran BBM untuk kendaraan pengangkut sampah akan berdampak terhadap pelayanan pengangkutan sampah.
Prioritaskan Penambahan Anggaran BBM Armada Pengangkut Sampah di Kota Banjar
Baca Juga: Anggaran BBM Armada Sampah Tak Masuk KUA-PPAS, Paripurna DPRD Kota Banjar Diwarnai Interupsi
Menurutnya, saat armada pengangkut sampah diberikan anggaran untuk BBM saja, kadang tidak mencukupi karena terdampak efisiensi. Apalagi ketika tidak diberikan anggaran, tentu akan berdampak terhadap pelayanan.
“Ada anggaran saja yang tadinya mobil, bisa jadi pakai roda tiga. Apalagi kalau tidak masuk anggaran akan lebih parah lagi,” ujar Entis kepada harapanrakyat.com, Kamis (10/9/2026).
Ia pun meminta Wali Kota Banjar untuk memprioritaskan anggaran kendaraan pengangkut sampah, serta mencari solusi agar pelayanan bisa berjalan optimal.
Pasalnya, ketika pelayanan pengangkutan sampah terganggu, kondisi tersebut juga akan berdampak terhadap kebersihan lingkungan.
“Harus bisa masuk anggaran ini biar tetap lancar. Jangan sampai nanti terjadi penumpukan sampah karena tidak dianggarkan BBM untuk operasional kendaraan pengangkut sampah,” ujarnya.
Coreng Rekam Jejak Peraih Adipura Berulang Kali
Baca Juga: Berkat Gerakan Korve, Ciamis Sabet Penghargaan Kabupaten Terbaik Ketiga se-Jawa Bali
Warga lainnya yang juga seorang aktivis, Irwan Herwanto menyebut banyaknya armada pengangkut sampah yang mulai rusak, hingga tidak adanya penambahan anggaran untuk BBM pengangkut sampah sangat memprihatinkan.
Kondisi tersebut menurutnya sangat kontradiktif dan mencoreng rekam jejak Kota Banjar yang berulang kali meraih penghargaan Adipura, serta Sertifikat Menuju Kota Bersih.
“Raihan prestasi bernilai simbolis ini seolah menjadi kontradiksi nyata, ketika realita di lapangan justru menunjukkan pengabaian pada pilar dasar pengelolaan sampah harian,” katanya.
Menurut Irwan, pembiaran kontainer rusak beroperasi, serta tidak adanya penambahan alokasi BBM armada kebersihan merupakan bentuk pengabaian terhadap komitmen kinerja dalam pelaksanaan pelayanan publik.
Karenanya, ia mendesak Pemkot Banjar dan TAPD segera mengunci alokasi penambahan anggaran untuk armada tersebut dalam APBD perubahan tahun 2026.
Baca Juga: Mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar Dorong Edukasi Pemilahan Sampah di Desa Raharja
Kemudian, melakukan peremajaan fasilitas kontainer yang rusak. Serta melakukan rasionalisasi anggaran non-prioritas demi menjamin hak dasar masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat.
“Pemkot Banjar dan TAPD harus segera mengunci alokasi anggaran BBM armada sampah secara definitif dalam APBD Perubahan 2026,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)





