harapanrakyat.com,- Budi daya ikan bebeong atau baung ikan khas air Citanduy yang digadang menjadi ikan Kota Banjar, Jawa Barat, terhenti sementara karena terkendala belum adanya pasar dan bantuan anggaran.
Diketahui, budi daya ikan bebeong ini sempat berkembang hingga menikmati masa panen pada bulan Juni lalu.
Pembudidaya ikan bebeong, Ijan mengatakan, untuk pengembangan budi daya ikan bebeong sementara ini sedang berhenti karena terkendala dengan pemasaran.
Baca Juga: Manfaat Ikan Bebeong untuk Kesehatan, Bisa Cegah Kanker Usus
Selain itu, pihaknya juga terkendala dengan terbatasnya indukan bebeong karena stok indukan yang sebelumnya digunakan sudah habis.
“Sejak panen Juni lalu sampai sekarang ini kita berhenti dulu karena indukan bebeong yang kemarin stoknya sudah habis. Nyari indukan bebong juga susah kan,” kata Ijan, Kamis (1/10/2026).
Ijan mengatakan, apabila memaksakan tetap berjalan, maka harus ada bantuan untuk indukan ikan bebeong.
“Kalau mau jalan lagi harus ada bantuan untuk indukan bebong ini yang kita butuhkan. Sampai sekarang belum ada informasi lagi untuk bantuan dari Pemkot,” ujarnya.
Baca Juga: Panen Budidaya Ikan Bebeong di Kota Banjar, Pemkot Bakal Bantu Pemasaran?
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, mengatakan, pada tahun ini belum ada dukungan anggaran untuk pengembangan budi daya ikan bebeong.
Pihaknya sebetulnya telah mengusulkan bantuan anggaran melalui mekanisme perubahan anggaran tahun 2026. Akan tetapi, karena kondisi keuangan saat ini kemungkinan sangat terbatas pada akhirnya bantuan anggaran belum bisa terealisasi pada tahun ini.
“Nihil anggaran untuk pengembangan ikan bebeong di anggaran perubahan tapi kita sudah usulkan di APBD 2027,” kata Yoyon saat dikonfirmasi.
Selain belum adanya dukungan anggaran budidaya ikan bebeong, ia juga mengungkapkan adanya kendala pakan untuk benih ikan di tempat Balai Benih Ikan (BBI).
“Sebetulnya ini juga sudah kami usulkan di perubahan anggaran tapi mungkin anggarannya terbatas. Kita upayakan pelayanan tetap berjalan maksimal,” ujarnya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)





