Film Djamin Setia Selamanya hadir di bioskop, hari ini 1 Oktober tahun ini dengan durasi 103 menit. Rako Prijanto menyutradarai film ini, sedangkan Titien Wattimena dan Lynda Ulviana menulis skenarionya. Erjege Pictures menangani produksi film yang mengangkat kisah perjalanan tokoh nasional dari Tanah Karo, Sumatra Utara, Djamin Ginting.
Baca Juga: Film Conjurig, Komedi Drama Tentang Kehidupan Cosplayer Hantu di Bandung
Cerita berfokus pada Djamin Ginting yang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan RI pada periode 1945 hingga 1948. Film ini menghadirkan Rafi Sudirman, Chicco Kurniawan, dan Claresta Taufan sebagai bagian dari jajaran pemain. Kisahnya juga melengkapi 3 Nafas Likas (2014), yang lebih menyoroti perjuangan Likas Tarigan sebagai istri Djamin Ginting.
Tentang Film Djamin Setia Selamanya
Djamin Setia Selamanya mengambil latar 1945–1948 dengan proses syuting di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Film ini membawa kisah Djamin Ginting ke masa awal kemerdekaan Indonesia. Ceritanya memperlihatkan perjuangan mempertahankan kedaulatan dalam situasi penuh tekanan.
Rafi Sudirman memerankan Djamin, pemuda Karo yang sempat memperoleh pendidikan kolonial. Pada masa penjajahan Jepang, ia bergabung dengan Gyugun sebelum memilih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Perjalanan tersebut menjadi bagian paling penting dalam perkembangan karakter Djamin.
Selain strategi perjuangan dan medan pertempuran, film ini menampilkan sisi sang tokoh. Hubungan Djamin dan Likas Tarigan turut memperlihatkan kehidupan di balik sosok pejuang. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi kisah keluarga dan perjalanan pribadi Djamin.
Sinopsis
Film Djamin Setia Selamanya mengikuti kisah Djamin Ginting yang lahir di Desa Suka, Tanah Karo, pada 12 Januari 1921. Ia menempuh pendidikan di Handelsschool sebelum memasuki masa penjajahan Jepang. Pengalaman tersebut membentuk pandangannya tentang ketidakadilan kolonialisme dan pentingnya kemerdekaan.
Baca Juga: Film Memburu Pemangsa, Kisah Empat Jurnalis Memburu Predator Anak
Djamin kemudian bergabung menjadi perwira Gyugun ketika Jepang menguasai Indonesia. Awalnya, ia berharap kesempatan tersebut dapat membuka jalan menuju kemerdekaan. Akan tetapi, Djamin akhirnya memahami bahwa bangsa Indonesia harus menentukan nasibnya sendiri.
Usai Proklamasi tahun 1945, Djamin ikut bangun kekuatan BPR (Badan Keamanan Rakyat) Kabanjahe. Ia kemudian jadi pemimpin perlawanan di beberapa wilayah Sumatra. Tanah Karo, Medan Area, Langkat, serta Aceh menjadi bagian dari perjalanan perjuangannya.
Saat Agresi Militer berlangsung, Djamin mengandalkan strategi gerilya untuk menghadapi pasukan lawan. Kepemimpinannya menjadi bagian penting dalam mempertahankan wilayah Sumatra Utara. Film turut memperlihatkan keberanian serta pengorbanan yang menyertai perjuangan tersebut.
Di luar medan perang, Likas Tarigan hadir sebagai sosok yang memberi dukungan bagi Djamin. Hubungan mereka memperlihatkan sisi personal seorang pejuang ketika harus membagi perhatian antara keluarga dan perjuangan. Cerita juga menampilkan persahabatannya dengan Selamat Ginting, Kadir Saragih, serta Jacob Waas.
Melalui perjalanan tersebut, Djamin Setia Selamanya menggambarkan kehidupan seorang pemuda Karo yang tumbuh menjadi pejuang kemerdekaan. Kisahnya memadukan perjuangan bersenjata, persahabatan, keluarga, serta pengorbanan. Film ini menghadirkan perjalanan Djamin dalam menghadapi berbagai tantangan demi mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Pemeran
Film Djamin Setia Selamanya menghadirkan aktor lintas generasi untuk memerankan tokoh-tokoh yang terlibat dalam perjalanan hidup Djamin Ginting. Rafi Sudirman tampil sebagai Djamin. Sementara itu, Claresta Taufan memerankan Likas Tarigan. Lalu, Chicco Kurniawan hadir mengisi karakter Kadir Saragih.
Kemudian, Jourdy Pranata berperan menjadi Selamat Ginting, sedangkan Marcell Darwin memainkan Jacob Waas. Selain itu, Unique Priscilla memerankan Tidang Tarigan, sementara Teddy Syach tampil mengisi karakter Lantak Ginting. Arla Ailani mendapat peran sebagai Sarita.
Sulthan Hamonangan turut bergabung sebagai Ucok dalam film biopik ini. Jajaran pemain tersebut membawa karakter dari berbagai latar ke dalam kisah juang Djamin Ginting. Peran mereka turut memperlihatkan hubungan persahabatan, keluarga, dan perjuangan yang mengiringi perjalanan sang tokoh utama.
Tantangan Produksi dan Lokasi Syuting Djamin Setia Selamanya
Meski cerita film Djamin Setia Selamanya mengambil latar Tanah Karo, Sumatra Utara, tim produksi memilih Pulau Jawa sebagai lokasi pengambilan gambar. Syuting berlangsung sekitar dua bulan pada 2025. Beberapa wilayah yang menjadi lokasi antara lain Banyuwangi, Pacitan, Semarang, dan Jakarta.
Rako Prijanto menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan logistik. Produksi menggunakan sejumlah kendaraan antik sebagai properti, sementara kondisi kendaraan tua tidak semuanya memungkinkan untuk menempuh perjalanan laut menuju Sumatra. Karena pertimbangan itu, tim memusatkan proses syuting di sejumlah wilayah Jawa.
Pemilihan lokasi tetap membutuhkan riset agar visual film sesuai dengan latar cerita. Tim produksi mempelajari aspek geofisika dan topografi untuk mencari wilayah yang mampu menghadirkan suasana serupa Tanah Karo. Langkah tersebut membantu menjaga nuansa geografis meski kamera tidak mengambil gambar langsung di Sumatra Utara.
Selain lokasi, adegan perang turut menghadirkan tantangan tersendiri. Tim menggunakan efek praktis untuk membangun suasana pertempuran agar terasa lebih nyata. Proses tersebut bahkan memunculkan momen menegangkan ketika api di lokasi syuting nyaris mengenai Marcell Darwin, seperti yang diceritakan Jourdy Pranata.
Baca Juga: Film Istimewa, Kisah 5 Anak Disabilitas dan Perjalanan Mencari Ayah
Seluruh rangkaian produksi akhirnya mengarah pada jadwal penayangan film Djamin Setia Selamanya pada 1 Oktober 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Melalui pendekatan produksi dan visual tersebut, film Djamin Setia Selamanya berupaya menghadirkan kembali kisah perjuangan Djamin Ginting kepada penonton. (R10/HR-Online)





