harapanrakyat.com,- Kebakaran lahan melanda kawasan Dusun Pangasinan, RT 8 RW 9, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Kamis (1/10/2026) siang. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran rumput warga. Selanjutnya, api tersebut dengan cepat membesar dan menghanguskan area seluas kurang lebih 5 hektare.
Baca juga: Pabrik Tahu di Cibeunteur Kota Banjar Kebakaran, Kerugian Ditaksir Capai Rp70 Juta Lebih
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga sekitar, mengingat lokasi kebakaran berdekatan dengan Perempatan Santiong. Beruntung, kesigapan warga dan kesiapsiagaan armada pemadam kebakaran berhasil mencegah kobaran api merembet ke pemukiman penduduk.
Laporan pertama mengenai amukan si jago merah diterima oleh markas UPTD Penanggulangan Kebakaran Kota Banjar pada pukul 12.23 WIB. Pelapor bernama Rendi menghubungi petugas setelah melihat kobaran api semakin meluas dan tak terkendali.
Mendapati laporan tersebut, petugas langsung meluncurkan armada Damkar menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 5,5 kilometer dari pos utama.
Petugas mencatatkan response time yang terbilang sangat cepat. Tim pemadam berhasil tiba di lokasi dalam waktu 5 menit, yakni pada pukul 12.28 WIB, dan langsung memulai penanganan pada pukul 12.30 WIB.
Penanganan Kebakaran
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Banjar, Aam Amijaya, mengonfirmasi bahwa objek utama yang terbakar merupakan area lahan terbuka milik PT Mundari. Selain itu, angin dan kondisi vegetasi rumput kering membuat kobaran api cepat menyebar.
“Kami menerima laporan pukul 12.23 WIB dari warga bernama Rendi. Tim langsung bergerak cepat dan dalam kurun waktu lima menit sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujar Aam Amijaya saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Aam Amijaya menjelaskan, tingginya intensitas api serta luasnya area lahan yang terbakar membuat pihak damkar menerjunkan daya penuh. Tiga unit armada pancar diterjunkan langsung untuk mengepung titik api dari berbagai sisi.
Baca juga: Tungku Masih Menyala Ditinggal Nyapu Halaman, Rumah Warga Kota Banjar Hangus Terbakar
Proses pemadaman juga mendapat dukungan pasokan air tambahan dari BPBD Kota Banjar yang mengerahkan 1 unit tangki suplai. Tak hanya itu, 2 unit bantuan dari personil TNI AD turut dikerahkan di lapangan untuk membantu proses pemadaman.
“Penyebab awal diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran rumput oleh warga yang kemudian apinya membesar dan tidak terkendali karena tertiup angin,” kata Aam Amijaya.
Upaya pemadaman dan penyisiran pendinginan berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu durasi penanganan selama kurang lebih 3 jam 30 menit untuk benar-benar memastikan seluruh titik api terkendali. Selain itu, penanganan juga memastikan tidak menyisakan bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Seluruh rangkaian operasi penanganan kebakaran di lahan milik PT Mundari tersebut dinyatakan selesai pada pukul 15.27 WIB. Tidak ada kendala berarti yang dihadapi petugas di lapangan selama proses pemadaman berlangsung.
Penemuan Kobra Terbakar
Aam Amijaya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. “Alhamdulillah, tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kami bersyukur sinergi antara Damkar, BPBD, TNI AD, dan masyarakat berjalan sangat baik di lapangan,” tegasnya.
Baca juga: Rumah Ketua RT di Baregbeg Ciamis Ludes Terbakar Saat Ditinggal Kerja, Kerugian Puluhan Juta
Sementara itu, usai melakukan penanganan kebakaran, petugas menemukan satu ekor ular king kobra dengan memiliki panjang sekitar 3 meter yang sudah hangus terbakar.
Aam mengimbau masyarakat Kota Banjar agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun rumput sembarangan. Terutama di area lahan kering yang luas karena dapat memicu bahaya kebakaran hebat. (Sandi/R6/HR-Online)





