harapanrakyat.com,- Perasaan campur aduk antara pasrah dan haru tak bisa disembunyikan dari raut wajah Ahmad Akmal (28). Warga Kampung Panyingkiran, Dusun Situsaher, Desa Situsaher, Kecamatan Karangpawitan, Garut.
Baca juga: Hasil Tes DNA Cocok, Korban Kapal Virgo 8 Asal Cigugur Pangandaran Segera Dipulangkan
Dirinya tak menyangka masih diberi kesempatan bernapas usai terombang-ambing selama 10 jam di lautan lepas akibat musibah tenggelamnya Kapal Virgo pada Minggu (13/9/2026).
Kisah Menegangkan ketika Kapal Tenggelam
Pria yang baru bekerja sekitar empat bulan sebagai cleaning service di kapal tersebut menceritakan detik-detik mencekam saat musibah terjadi. Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Akmal sebenarnya dijadwalkan masuk shift kerja pada pukul 23.00 WIB. Namun karena kondisi tubuh yang lelah, ia ketiduran di dalam kamar ABK.
“Awalnya saya punya firasat tidak enak. Saat tertidur, saya terbangun karena posisi kamar dan kapal tiba-tiba miring,” ujar Akmal, Jum.at (02/09/2026).
Baca juga: Dua Warga Sumedang Belum Ditemukan dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8
Dalam kondisi panik dan kapal yang kian miring, rekannya sesama pekerja, Rehan, langsung membangunkan dan memanggilnya untuk segera menyelamatkan diri.
“Ada Rehan manggil, ‘Hayu peng keluar pakai pelampung karena kondisi kapal sudah miring!’. Tanpa pikir panjang, saya ngajleng (meloncat) saja langsung ke laut,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.
Saat melompat ke tengah gulita lautan, Akmal mengaku sempat kehilangan kesadaran akibat dampak guncangan dan benturan air laut. Di dalam air, ia berjuang bersama beberapa rekan lainnya seperti Rehan, Rizki, Amok, serta seorang penumpang bapak-bapak asal Banjarmasin.
Sejak pukul 01.00 WIB hingga sekitar pukul 10.00 WIB, mereka hanya bisa bertahan hidup berpegangan pada pelampung di tengah hempasan ombak lautan. Sepuluh jam berlalu dalam ketidakpastian, rasa dingin, dan kepasrahan total kepada Sang Pencipta.
“Perasaan saat itu benar-benar campur aduk. Sudah pasrah kalau memang harus meninggal di laut. Tapi Alhamdulillah, Allah masih memberikan keselamatan,” tutur Akmal.
Proses Evakuasi
Titik terang akhirnya datang menjelang siang hari sekitar pukul 10.00 WIB. Sebuah kapal pengangkut batu bara yang melintas di sekitar lokasi melihat keberadaan mereka dan langsung melakukan proses evakuasi.
Baca juga: Dedi Mulyadi Siapkan Uang Tunggu dan Santunan Bagi Korban Kapal Virgo Asal Garut dan Cianjur
Kini, Akmal telah berkumpul kembali bersama keluarga tercintanya di Karangpawitan. Meski trauma atas tragedi laka laut yang mencekam tersebut masih menyisa, rasa syukur mendalam terus terucap dari bibirnya karena berhasil lolos dari maut di lautan lepas.
“Saya hanya bisa berdoa karena sebagian keluar kita yang sama satu kampung masih belum di temukan. Semoga secepatnya dapat bisa kembali ditemukan apapun kondisinya,” pungkasnya. (Fahmi/R6/HR-Online)





