harapanrakyat.com,- Berbulan-bulan tidak turun hujan, Warga Kabupaten Pangandaran melaksanakan Salat minta hujan (Istisqa) di Masjid Al Istiqomah Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Ketua MUI Kecamatan Pangandaran Subaryo mengatakan salat Istisqa tersebut merupakan salah satu bentu ikhtiar, meminta pertolongan kepada Allah SWT, agar musim kemarau segera berlalu dan hujan bisa turun secepatnya.
“Mudah-mudahan apa yang memang kita harapkan dikabulkan oleh Allah SWT, tentunya dengan segera yaitu turunnya hujan yang barokah,” katanya.
Baca Juga: Warga Pangandaran Diminta Waspada Kebakaran Hutan Saat Musim Kemarau
Menurutnya, masyarakat di Kecamatan Pangandaran kini sudah merasakan dampak yang luar biasa dari musim kemarau yang cukup panjang ini. Banyak diantaranya sangat membutuhkan air bersih.
“Kalau dihitung-hitung ini sudah ada 7 bulanan ini gitu. Iya, 7 bulanan. Ini memang kalau secara ilmiah, kalau sudah masuk Oktober harusnya sudah turun hujan,” katanya.
Dalam kesempatan itu pihaknya juga berharap melalui salat istisqa minta hujan ini, Kabupaten Pangandaran betul-betul terhindar dari musibah dan hal-hal yang kita tidak inginkan.
Baca Juga: Kemarau Berdampak, Pemkab Pangandaran Optimalkan Pompanisasi di Padaherang dan Mangunjaya
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi mengatakan, wilayah Pangandaran masuk zona siaga kekeringan Meteorologis periode 1 sampai 10 Oktober.
“Intinya memang siaga bencana kekeringan, akibat musim kemarau yang panjang. Tindak lanjutnya seperti pengiriman air dan lain-lain,” ucapnya.
Pihaknya juga sudah meminjam satu kendaraan tangki pengangkut air ke Provinsi Jawa Barat, berkapasitas 5.000 liter.
“Kita berbagi tugas dengan Dinsos (Tagana) Kabupaten Pangandaran, kalah BPBD menyalurkan air bersih di wilayah Pangandaran, Kalipucang, Padaherang dan Mangunjaya, sementara yang lainya oleh Tagana,” ungkapnya. (Ala Heryana/R9/HR-Online/Editor-Dadang)





