harapanrakyat.com,- Duel sengit bakal tersaji saat PSGC Ciamis menantang Persiku Kudus di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (3/10/2026). Meski melakoni laga tandang, PSGC Ciamis dinilai memiliki peluang kemenangan cukup besar sekaligus mengamankan poin penuh dan bangkit dari tren negatif.
Peluang kemenangan PSGC Ciamis terbuka lebar jika melihat peta kekuatan kedua tim dari beberapa laga terakhir. Skuad besutan Heri Kiswanto datang dengan modal evaluasi berharga usai kalah dari Persikad Depok, menundukkan Sumsel United, dan sempat terpeleset kala bersua Semen Padang FC. Secara kedalaman tim dan variasi serangan, PSGC terbukti punya potensi merusak pertahanan lawan.
Di sisi lain, Persiku Kudus justru sedang dalam kondisi kurang ideal. Performa Macan Muria belum stabil setelah ditahan imbang FC Bekasi City 1-1 dan dihajar enam gol tanpa balas saat menghadapi PSMS Medan. Belum lagi pertandingan lawan PSIS gagal digelar karena masalah keamanan. Rapuhnya lini pertahanan Persiku ini menjadi celah segar yang bisa dimaksimalkan oleh lini serang PSGC.
PSGC Ciamis Tanpa Bonilla, Bagaimana Peluang Kemenangan Atas Persiku Kudus?
Kendati demikian, Pelatih Kepala PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, enggan jemawa. Pelatih yang akrab disapa Herkis ini menegaskan bahwa peluang menang hanya bisa dikonversi jika tim bertanding secara kolektif dan tidak hanya mengandalkan ketajaman Ezechiel N’Douassel semata. Ia pun membantah pernyataan yang menyebut strategi permainan PSGC Ciamis sangat bergantung pada Eze.
“Sejak awal persiapan, kami sebenarnya tidak hanya mengandalkan Eze. Namun, penerapan taktik di pertandingan memang belum berjalan maksimal. Akibatnya, permainan terlihat terlalu sering mengarah kepada Eze. Padahal, dalam latihan kami sudah menyiapkan sejumlah pilihan. Ini menjadi evaluasi bagi tim pelatih supaya variasi permainan yang dilatih dapat lebih terlihat saat pertandingan,” tegas Herkis.
Ujian taktik Herkis makin menarik karena PSGC dipastikan tampil tanpa gelandang kreatif asal Kosta Rika, Johan Bonilla. Si Lincah itu terpaksa ditinggal di Ciamis akibat kondisi kebugaran yang belum 100 persen.
Absennya Bonilla menuntut lini tengah PSGC tampil lebih solid untuk menjaga aliran bola ke lini depan. Jika skema kolektif berjalan mulus dan memanfaatkan celah di lini belakang Persiku yang sedang rapuh, amunisi 3 poin sangat realistis untuk dibawa pulang ke Tatar Galuh. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)





