Keberadaan Pasar Tempo Doeloe Kartasura yang berlokasi di situs bersejarah bukit Gunung Kunci, Dusun 4, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, resmi buka kembali sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner tradisional.
Pembukaan pasar heritage ini ditandai dengan pemukulan kentongan dan pelepasan burung ke udara diiringi alunan musik keroncong. Langkah ini menjadi wujud nyata revitalisasi kawasan cagar budaya berbasis Masyarakat. Tujuannya untuk menghidupkan kembali kenangan masa lalu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kawasan Gunung Kunci sendiri memiliki nilai historis yang erat dengan jejak peninggalan Keraton Kartasura pada masa Kesultanan Mataram Islam.
Baca Juga: Menjelajah Nostalgia Kuliner dan Sejarah Kotagede di Pasar Lawas Mataram
Bukit yang sebelumnya kurang terawat itu kini ditata secara swadaya oleh masyarakat setempat bersama tokoh lokal menjadi ruang publik yang produktif.
Melalui konsep bukit bersejarah ini, ruang yang dulu sepi bertransformasi menjadi laboratorium budaya tempat masyarakat belajar menghargai warisan leluhur dan identitas daerah.
Daya Tarik Kuliner Jadul dan Barang Antik di Pasar Tempo Doeloe Kartasura
Di dalam area pasar, suasana nostalgia Jawa klasik terasa sangat kental berkat para pedagang yang mengenakan busana adat tradisional. Seperti kebaya, lurik, jarik, dan blangkon.
Pengunjung dapat berburu beragam sajian kuliner ndeso yang kini mulai langka. Seperti klepon, tiwul, grontol, sego liwet, cabuk rambak, sate kere. Hingga dawet nganten dan wedang ronde dengan harga terjangkau mulai dari Rp 5.000.
Selain aneka jajanan jadul yang minim bahan pengawet, Pasar Tempo Doeloe Kartasura juga menghadirkan lapak kerajinan. Serta barang antik bernilai sejarah yang menjadi tempat bertransaksi bagi para kolektor dan UMKM lokal.
Inisiatif pengembangan pasar budaya ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Kecamatan Kartasura. Serta akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta.
Melalui pendekatan Community-Based Tourism (CBT) dan Participatory Action Research (PAR), perguruan tinggi dan masyarakat berkolaborasi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berlandaskan kearifan lokal dan nilai-nilai kebersamaan.
Secara keseluruhan, gelaran yang beroperasi mengikuti kalender pasaran Jawa. Yaitu setiap Minggu Pahing, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini berhasil menyedot antusiasme ribuan pengunjung.
Dengan lapak bongkar pasang yang menjaga kebersihan lingkungan kawasan Gunung Kunci, Pasar Tempo Doeloe Kartasura diharapkan dapat terus berkelanjutan sebagai ikon wisata sejarah dan penggerak ekonomi rakyat yang mandiri. (Eva/R3/HR-Online)





