ADVERTISEMENT
BerandaBerita TerbaruPelatih PSS Sleman Pieter Huistra Anggap Spanduk “Out” Sebagai Hak Suporter

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Anggap Spanduk “Out” Sebagai Hak Suporter

Dengan kondisi fisik yang lebih prima dan analisis strategi lawan, Pieter Huistra berharap timnya bisa meraih kemenangan perdana musim ini.

ADVERTISEMENT

Spanduk bertuliskan “Pieter Out” mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan Sleman pada Jumat (2/10/2026). Tulisan itu mencerminkan tuntutan sebagian suporter sepak bola agar pelatih asal Belanda, Pieter Huistra, segera meninggalkan kursi kepelatihan PSS Sleman.

Menanggapi hal itu, Huistra memilih untuk tidak terbebani dan menyebut bahwa dirinya tidak ingin membuang energi merespons tuntutan tersebut.

‎Dalam keterangannya usai latihan terbuka di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Huistra menyebut bahwa spanduk itu merupakan bentuk ekspresi suporter yang tidak bisa ia kendalikan. Pieter Huistra menilai tuntutan tersebut masih terlalu dini, mengingat kompetisi baru berjalan tiga pekan. 

‎Huistra menegaskan, fokus utamanya adalah membangun tim agar lebih baik setelah jeda kompetisi. PSS Sleman tidak meliburkan skuad selama jeda internasional tiga pekan ini, melainkan memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kondisi fisik pemain.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Tiga Tandang, 14 Ribu Kilometer; Persib Bandung Tutup Perjalanan Panjang dengan Kemenangan di Jepara

‎Pelatih berusia 59 tahun itu berharap kerja keras selama jeda bisa menjadi modal penting untuk meraih kemenangan perdana musim ini, saat menghadapi PSM Makassar pada pekan depan.

‎Pieter Huistra Fokus Benahi Fisik dan Strategi PSS Sleman

‎Dalam dua pekan pertama jeda internasional, Huistra mengungkapkan bahwa tim menjalani latihan fisik intensif. Menurutnya, kondisi prima sangat penting untuk menghadapi pertandingan mendatang.

Baca Juga: Derbi Jatim Memanas, Arema FC Waspadai Ketajaman Jose Enrique

Ia menyebut para pemain PSS Sleman sempat kelelahan. Namun hal itu dianggap sebagai bagian dari proses yang dibutuhkan. ‎Selain fisik, Pieter Huistra menekankan perlunya peningkatan di setiap lini permainan.

Tim harus lebih baik dalam setiap momen pertandingan agar bisa keluar dari tren negatif. PSS Sleman memang mencatatkan hasil buruk di tiga laga awal Super League 2026/2027. Kalah 1-2 dari Bali United, takluk 1-3 dari Madura United di kandang, serta tumbang 1-2 dari Dewa United.

Baca Juga: Gustavo Almeida Jadi Ancaman, Shin Tae-yong Waspadai Java United FC

‎Meski tekanan dari suporter semakin kuat, Huistra tetap memilih jalur tenang dengan fokus membenahi tim. Laga kontra PSM Makassar akan menjadi ujian penting untuk mengetahui mampu tidaknya kerja keras selama jeda kompetisi mengubah tren buruk PSS Sleman.

Dengan kondisi fisik yang lebih prima dan analisis strategi lawan, Pieter Huistra berharap timnya bisa meraih kemenangan perdana musim ini. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU