ADVERTISEMENT
BerandaBerita TerbaruProfil NH Dini, Sastrawan Berpengaruh Pelopor Sastra Feminis Indonesia 

Profil NH Dini, Sastrawan Berpengaruh Pelopor Sastra Feminis Indonesia 

Profil NH Dini terkait karirnya bermula saat ia membacakan sajak dan prosanya di RRI Semarang. Kemudian pada tahun 1952, majalah Budaja dan Gadjah Mada juga pernah memuat sajaknya. Namanya pun kian populer pada November 1954 ketika cerpen karyanya yang berjudul "Pendurhaka" dimuat dalam majalah Kisah.

ADVERTISEMENT

Profil NH Dini berikut bisa dipahami untuk mengenal lebih dalam tentang novelis perempuan legendaris ini. Sastrawan ini merupakan salah satu tokoh yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah sastra Indonesia. Karyanya bukan hanya menjadi hiburan semata namun telah menjadi sumber wawasan bagi banyak orang.

Baca Juga: Kisah Rohana Kudus, Sastrawan Perempuan yang Ubah Sejarah Pers di Indonesia

Profil NH Dini, Mulai dari Biodata hingga Kehidupan Pribadinya

NH Dini terkenal sebagai sastrawan Indonesia dengan puluhan karya yang condong ke arah sastra feminis. Banyak karyanya yang menceritakan tentang wanita dan kemarahannya terhadap kaum lelaki. Meskipun ada pro kontra, ia tetap kukuh dengan pendiriannya yang tidak ingin wanita terus menerima ketidakadilan gender.

Biodata NH Dini

Nama NH Dini merupakan julukan untuk nama aslinya yaitu Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin. Ia lahir di Kota Semarang pada 29 Februari tahun 1936 sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayahnya pegawai kereta api bernama Salyowijiyo dan ibunya Kusminah yang memiliki minat besar terhadap budaya Jawa.

Minat menulis sang novelis ini tumbuh berkat dorongan ayahnya yang sering membawakan buku bacaan. Sejak Sekolah Dasar ia sering menulis curahan isi pikirannya pada halaman buku pelajaran. Ketika SMA, bakatnya semakin terasah dan ia sering mengisi majalah dinding sekolahnya dengan cerpen maupun sajak.

Awal Mula Karirnya

ADVERTISEMENT

Profil NH Dini terkait karirnya bermula saat ia membacakan sajak dan prosanya di RRI Semarang. Kemudian pada tahun 1952, majalah Budaja dan Gadjah Mada juga pernah memuat sajaknya. Namanya pun kian populer pada November 1954 ketika cerpen karyanya yang berjudul “Pendurhaka” dimuat dalam majalah Kisah.

Baca Juga: Jejak Armijn Pane dalam Sejarah Pergerakan Sastra dan Kebangsaan

Pada 1956, setelah lulus SMA NH Dini memilih meniti karir menjadi pramugari di Garuda Indonesia Airways. Meskipun telah menjadi pramugari namun bakat dan kecintaannya terhadap sastra tidak pernah surut. Bahkan di tengah sibuknya penerbangan ia tetap meluangkan waktu untuk menulis dan menciptakan berbagai karya.

Karya-Karyanya

Dalam profilnya tercatat bahwa NH Dini telah melahirkan banyak karya dengan gaya bahasa yang khas. Karyanya pun sering menampilkan karakter wanita kuat yang harus melewati berbagai permasalahan hidup. Ia pun sukses memikat banyak pembaca dengan kalimat-kalimatnya yang memuat kejujuran dan kepekaan emosional.

Berikut ini adalah beberapa karya novelnya yang paling populer:

  • La Barka (1975)
  • Pada Sebuah Kapal tahun 1972
  • Namaku Hiroko tahun 1977
  • Dua Dunia (1956)
  • Sebuah Lorong di Kotaku (1978)
  • Orang-orang Tran tahun 1983
  • Padang Ilalang di Belakang Rumah (1979)
  • Hati yang Damai (1998)
  • Pertemuan Dua Hati tahun 1986

NH Dini menjadi novelis perempuan yang karyanya diterjemahkan ke bahasa asing yaitu Inggris, Prancis, dan Jepang. Selain menulis novel, sastrawan berbakat ini juga aktif menulis puisi, naskah drama, dan cerita pendek. Selain itu ia juga menerjemahkan karya sastra asing dari berbagai genre.

Penghargaan yang Diperoleh

Dalam profil NH Dini terkait penghargaannya ia telah mendapatkan banyak penghargaan baik nasional maupun internasional. Berikut beberapa penghargaannya:

  • Penghargaan Lifetime Achievement Award pada pembukaan Ubud Writers and Readers Festival pada tahun 2017.
  • Achmad Bakrie Award pada tahun 2011.
  • Hadiah Francophonie tahun 2008.
  • SEA Write, penghargaan internasional di bidang sastra dari Pemerintah Tailan pada tahun 2003.
  • Penghargaan dari Pemerintah Jawa Tengah yaitu Bhakti Upapradana Bidang Sastra pada tahun 1991.
  • Penghargaan Hadiah Seni untuk Sastra oleh Depdikbud pada tahun 1989.

Kehidupan Pribadinya

Tahun 1960, NH Dini menikah dengan diplomat asal Prancis bernama Yves Coffin namun bercerai tahun 1984. Dari pernikahan tersebut keduanya memiliki dua anak yaitu Marie Claire Lintang dan Pierre Louis Padang. Putranya Pierre kemudian terkenal sebagai sutradara film populer Minions dan Despicable Me.

Semasa hidupnya, NH Dini juga sempat terkena kanker sekitar tahun 1980 hingga 1984. Setelah berjuang, ia berhasil pulih dari penyakitnya kemudian melanjutkan karirnya sebagai seorang penulis. Pada 4 Desember 2018, ia meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Sosok Utuy Tatang Sontani, Sastrawan Bersejarah yang Terjebak Arus Politik 1965

Kisah dan profil NH Dini tentu menggambarkan panjangnya perjalanan sang sastrawan. Kepergiannya tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi para penggemar sastra di Indonesia. Karya-karyanya pun tetap abadi dan telah menjadi bagian penting dalam sastra Indonesia. Bahkan buku karya NH Dini yang memiliki profil luar biasa ini masih bisa dibeli lewat berbagai marketplace. (R10/HR-Online)

BERITA TERBARU