harapanrakyat.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mencatat 199 gempa bumi serta 51.498 sambaran petir yang melanda wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang September 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi mengatakan, mayoritas peristiwa gempa bumi yang terjadi berada pada kedalaman dangkal di bawah 60 kilometer.
Merujuk pada data kedalaman hiposenter, gempa bumi dangkal mendominasi dengan total 181 kejadian. Sementara 18 kejadian lainnya tergolong gempa bumi menengah dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Kekuatan guncangan berada pada rentang magnitudo M1,1 hingga yang terbesar M5,9.
“Dari letak hiposenter, tercatat ada 134 kejadian di darat, 64 kejadian gempa bumi di laut selatan Jawa, dan 1 di laut utara Jawa,” kata Suaidi, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: BMKG Catat 118 Kali Gempa Dangkal di Kabupaten Bandung, Dipicu Sesar Aktif Belum Terpetakan
Dari total guncangan yang terekam, terdapat 14 gempa bumi yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu peristiwa paling signifikan terjadi pada 12 September 2026 pukul 04.23 WIB dengan Magnitudo (M) 5,9 di kedalaman 76 kilometer Tenggara Kepulauan Seribu. Getaran gempa tersebut meluas hingga wilayah Sukabumi, Cilacap, hingga Jawa Timur.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak akibat gempa bumi,” ujarnya.
Selain Gempa Bumi, Puluhan Ribu Sambaran Petir Terjadi di Jawa Barat
Di samping aktivitas tektonik, BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung turut mendeteksi fenomena cuaca ekstrem berupa 51.498 kali sambaran petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama September 2026.
Frekuensi petir mengalami lonjakan drastis pada pekan keempat September yang mencatatkan 35.006 kejadian. Fenomena ini bertolak belakang dengan pekan pertama yang hanya merekam 5 kejadian.
Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur menjadi kawasan dengan intensitas petir tertinggi.
Guna menjaga keselamatan warga saat memasuki masa transisi cuaca, BMKG terus memperketat pemantauan sarana mitigasi di seluruh wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat Picu Macet dan Debu, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Maaf ke WargaÂ
“Kami imbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan gempa bumi melalui kanal resmi BMKG. Serta memastikan struktur bangunan tempat tinggal tetap aman,” tuturnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)





