Telur puyuh asin merupakan salah satu inovasi yang cukup menarik. Ukurannya memang lebih kecil dibandingkan telur asin bebek, tetapi hasil dari burung puyuh itu punya kandungan gizi baik. Bahkan, olahan tersebut dapat menjadi resep rumahan sekaligus ide usaha dengan bahan-bahan sederhana.
Baca Juga: Resep Kerupuk Nasi Sisa Tanpa Bleng, Cocok untuk Cemilan di Rumah hingga Ide Usaha
Membuat Telur Puyuh Asin yang Mudah dan Anti Gagal
Burung puyuh banyak masyarakat Indonesia budidayakan untuk menghasilkan telur. Produktivitasnya membuat telur puyuh mudah ditemukan sebagai bahan pangan. Penelitian dari sejumlah ahli menyebut nilai gizi bahan pangan tidak kalah dari hasil unggas lainnya, seperti ayam dan bebek.
Telur puyuh memiliki kandungan protein, lemak, mineral dan berbagai vitamin. Data Badan Pangan Nasional mencatat kandungan protein telur puyuh sekitar 13 gram per 100 gram. Tak sampai di sana, telur puyuh ini juga mengandung zat besi, zinc dan kalsium yang sangat bagus untuk tubuh.
Ada banyak cara mengolahnya. Salah satunya dengan membuat telur asin puyuh. Selama ini, telur bebek lebih identik dengan olahan telur asin. Padahal, telur puyuh juga dapat melalui proses pengasinan. Beberapa resep rumahan menggunakan larutan garam untuk mengolahnya agar hasilnya sama dan tetap enak.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Bahan utama untuk membuat olahan ini terbilang cukup sederhana. Semua bahan tersedia banyak di pasar atau warung-warung terdekat. Anda dapat menyesuaikan jumlahnya berdasarkan banyak telur yang tersedia. Untuk sekitar 1 kilogram telur puyuh, berikut beberapa kebutuhan yang perlu disiapkan.
Baca Juga: Ide Jualan Lauk Marinasi Siap Goreng Mulai dari Lele, Ayam hingga Seafood
- 1 kilogram telur puyuh
- 200 gram garam krosok atau garam kasar
- 1 liter air
Cara Membuat
Sebelum masuk ke proses pembuatan, ada beberapa hal yang tidak boleh luput dari perhatian agar hasilnya sesuai harapan. Pemilihan telur menjadi langkah awal karena kondisi cangkang memengaruhi proses pengasinan. Jadi pastikan cangkang tebal dan bagus. Takaran garam juga harus menyesuaikan selera agar rasa lebih pas. Berikut langkah-langkahnya.
- Pertama cuci telur puyuh secara perlahan untuk menghilangkan kotoran pada permukaan cangkang. Hindari menggosok terlalu keras agar cangkang tidak retak.
- Setelah itu, tiriskan telur sampai permukaannya cukup kering.
- Panaskan air, lalu masukkan garam krosok. Aduk sampai garam larut dengan baik. Jika sudah, biarkan larutan hingga dingin atau mencapai suhu ruang.
- Jangan langsung memasukkan telur ke dalam larutan yang masih panas. Suhu tinggi dapat memengaruhi kondisi telur.
- Masukkan telur puyuh ke dalam wadah bersih. Jika ada, pakai toples bahan kaca. Tuangkan larutan garam sampai seluruh telur terendam.
- Jika telur mengapung, gunakan pemberat bersih agar seluruh bagian telur tetap berada di bawah larutan. Tutup wadah dengan rapat.
- Lakukan proses perendaman sekitar 10 hari sebagai titik awal. Beberapa resep menggunakan waktu 8–14 hari. Ada pula yang memperpanjangnya hingga 15 hari untuk mendapatkan rasa lebih asin.
- Apabila proses perendaman selesai, angkat telur dari larutan. Bilas bagian luarnya, lalu rebus sampai matang. Biasanya waktu merebus sekitar 20 menit.
- Setelah matang, tiriskan dan dinginkan sebelum menikmati atau menjualnya.
Potensi Menjadi Ide Usaha Rumahan
Telur puyuh asin memiliki peluang untuk kita kembangkan sebagai produk rumahan. Bahan dasarnya relatif sederhana dan proses pembuatannya tidak membutuhkan peralatan khusus. Nilai jual juga dapat muncul dari proses pengolahan, kemasan dan variasi produk. Ukuran telur yang kecil justru dapat menjadi daya tarik.
Konsumen dapat menikmatinya sebagai cemilan atau lauk praktis. Bentuknya juga memungkinkan penjual menawarkan kemasan dalam jumlah beberapa butir. Misalnya, kemasan isi 5, 10, atau 20 butir. Produk juga dapat penjual tawarkan sebagai lauk praktis untuk pelengkap nasi hangat.
Pelaku usaha dapat membuat identitas produk melalui kemasan yang bersih sekaligus menarik. Gunakan label yang sesuai. Label umumnya mencantumkan nama produk, jumlah isi, tanggal produksi, serta informasi penyimpanan. Info tersebut tentu akan membantu para pembeli dalam memastikan produk benar-benar berkualitas.
Baca Juga: Resep Asinan Ceriya Viral, Kreasi Buah Premium yang Cocok Jadi Ide Bisnis
Pengembangan rasa menjadi pilihan lain. Setelah menguasai resep dasar, produsen dapat mengeksplorasi varian bumbu. Dengan begitu, telur puyuh tidak hanya mengandalkan rasa asin. Dengan begitu, telur puyuh asin mampu membuktikan bahwa hasil ternak dapat memiliki nilai tambah melalui pengolahan sederhana. (R10/HR-Online)





