Rabu, Mei 14, 2025
BerandaBerita PangandaranSekilas Cerita Dibalik Goa Sinjang Lawang Pangandaran

Sekilas Cerita Dibalik Goa Sinjang Lawang Pangandaran

Langkaplancar, (harapanrakyat.com)

Diatas Goa Sinjang lawang, yang berlokasi di Dusun Parinenggang, Desa Jadimulya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran terdapat tiga buah makam keramat.

Menurut Ahro (76), sesepuh Parineggang, diatas goa terdapat makam leluhur bernama Eyang Nasmin, Embah Weduk dan Embah Dalem. Embah Dalem adalah salah seorang Bupati Sukapura.

Embah Dalem meninggal dunia saat napak tilas ke daerah Parinenggang dan meninggal dunia  di dusun tersebut. Ketika Embah Dalem meninggal, papan untuk penutup mayat terbuat dari papan pohon pule. Namun papan itu tumbuh dari dalam kubur dan menjadi besar. Sayangnya, pohon itu ditebang orang.

Kemudian, Eyang Nasmin, kata Ahro. Dia adalah salah seorang santri penyebar agama islam dari Mataram, abad ke 15 masehi, saat terjadi perang Mataram. Eyang Nasmin santri saleh dan juga prajurit mataram.

“Ia tinggal di daerah Sodong, sekarang Parineggang,” katanya.

Masih menurut Ahro, tulang belulang Eyang Nasmin ditemukan leluhurnya (Ahro) di Dusun Parinenggang. Oleh leluhur Ahro tulang belulang tersebut dibawa ke pemakaman Embah Dalem dan dikuburkan disana.

Selanjutnya Embah weduk. Dia merupakan leluhur yang membuka kawasan Parineggang manjadi pemukiman. Disebut Embah Weduk karena memiliki kesaktian tidak mempan dengan senjata tajam. Beliau pun dimakamkan di tempat yang sama.

Ahro menjelaskan, di Dusun Parineggang  ada pantangan (larangan). Pantangan tersebut adalah di daerah sekitar Parinenggang tidak boleh mementaskan Ronggeng gunung. Dan jika larangan itu dilanggar, pasti ada kejadian yang tidak diinginkan. Maka hingga sekarang warga Parinenggang jika ada hajatan tidak pernah mementaskan Ronggeng.

Larangan lain adalah jika dalam hajatan kemudian membuat panggung, panggung yang dibuat tidak boleh membelakangi makam keramat. Yang boleh digelar dalam hajatan adalah Wayang atau Rudat, calung dan lain-lain asalkan jangan ronggeng. Tentang larangan inipun warga setempat taat dengan aturan tersebut.

Suryana (48), warga, mengungkapkan, pernah ada warga Parinenggang memaksa untuk menggelar ronggeng dalam hajatan. Timbul kejadian aneh, semua gamelan (alat musik) tidak berbunyi saat pagelaran dimulai. Kemudian datang hujan disertai angin kencang, hingga  tenda hajatan pun brantakan diterjang angin. (Askar/R4/HR-Online)

Calon Ketua Umum PSI Siap Bertarung di Pemilu Raya 2025

Calon Ketua Umum PSI Siap Bertarung di Pemilu Raya 2025

harapanrakyat.com,- Pemilu Raya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bakal jadi ajang penting bagi para Calon Ketua Umum (Caketum) PSI. Sebab, ini menjadi ajang untuk memperebutkan...
Pria Paruh Baya Setubuhi Gadis 13 Tahun di Tasikmalaya, Sempat Nikahi Siri tapi Ceraikan Korban

Pria Paruh Baya Setubuhi Gadis 13 Tahun di Tasikmalaya, Sempat Nikahi Siri tapi Ceraikan Korban

harapanrakyat.com,- Nasib pilu menimpa seorang anak berumur 13 tahun, di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mengalami pemerkosaan pria berinisial U (50). Bahkan...
Mengulas Penemuan Alter Magnet 2D Suhu Kamar Pertama oleh Para Ilmuwan

Mengulas Penemuan Alter Magnet 2D Suhu Kamar Pertama oleh Para Ilmuwan

Penemuan alter magnet 2D suhu kamar pertama berhasil menarik perhatian. Secara tradisional, material magnetik terbagi menjadi dua kategori utama yaitu feromagnetik dan antiferomagnetik. Akan...
Ternak Domba Dimangsa Macan Tutul, Disnakkan Ciamis Usulkan Pengembangan Peternakan ke Pemprov Jabar

Domba Dimangsa Macan Tutul, Disnakkan Ciamis Usulkan Pengembangan Peternakan ke Pemprov Jabar

harapanrakyat.com,- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis telah mengusulkan untuk kegiatan pengembangan ternak domba di Kaki Gunung Sawal. Hal itu dilakukan setelah Gubernur...
Dedi Mulyadi apresiasi perpisahan SMK Al Amin Bogor

Dedi Mulyadi Apresiasi Perpisahan SMK Al Amin Bogor, Siswa Ini Pulang Bawa Modal Usaha

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi kreativitas siswa SMK Al Amin di Pamijahan, Bogor, yang membuat acara perpisahan unik, bermodal kecil namun berkesan...
Anak SD di Indramayu curhat soal jalan rusak

Anak SD di Indramayu Curhat soal Jalan Rusak, Ini Respon Dedi Mulyadi

harapanrakyat.com,- Sebuah video yang memperlihatkan curhatan anak SD di Indramayu viral di media sosial. Dalam video itu, seorang siswa menyampaikan keluhan langsung kepada Gubernur...