Korban Hipnotis, Seorang Siswa Asal Pangandaran Diamankan Warga Pamarican Ciamis

Seorang siswa salah satu SMK di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, bernama Iman, diamankan warga Pamarican, Kabupaten Ciamis. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang siswa salah satu SMK di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, bernama Iman, diamankan warga Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, karena tidak mau membayar saat melakukan transaksi di Pam Mart Pamarican, Senin (07/08/2018).

Ketika diamankan warga, Iman terlihat bingung dan tidak bisa dipintai keterangan apapun, sehingga warga mengamankan remaja tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun HR Online di lapangan, siswa tersebut diduga merupakan korban hipnotis dengan modus pelaku melakukan hipnotisnya melalui sambungan telpon.

Dalam kondisi terhipnotis, Iman yang diketahui warga Desa Karangkamiri, Kecamatan Lankaplancar, Kabupaten Pangandaran itu, melakukan pengisia pulsa elektronik ke beberapa nomor handphone hingga jumlah transaksinya mencapai jutaan rupiah.

Manager Pam Mart Pamarican, Lilin Suryani, mengatakan, tidak ada kecurigaan apapun saat pelaku melakukan transaksi belanja berupa pengisian pulsa elektronik.

“Seperti pada umumnya, karyawan kami melayani pembeli dengan hal yang sama. Namun, karena saat itu jumlah pengisian pulsanya cukup banyak, maka kami menyetop dan menyuruh karyawan untuk melakukan penagihan kepada pelaku. Tapi saat dipinta untuk membayar, dia malah seperti kebingungan,” katanya.

Lanjut Lilin, ketika sedang melakukan transaksi, pelaku yang juga korban tak lepas dari telepon genggamnya sambil melakukan pembicaraan. Bahkan saat ditagih, dia malah memberikan handphone miliknya kepada karyawan Pam Mart agar berbicara langsung dengan orang yang menyuruh dia belanja.

“Katanya sih dia mengaku kepala sekolah. Tapi dari suaranya terdengar seperti suara remaja juga. Dalam transaksi pembelian pulsa tadi, pelaku mengisi pulsa ke 12 nomer telepon dengan nominal pulsa yang besar. Jumlah total tagihannya hingga mencapai Rp 4.620.000,” terang Lilin.

Sebelum melakukan transaksi di Pam Mart Pamarican, pelaku juga sempat melakukan transaski serupa di Alfamart Pamarican. Namun, saat itu dia melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya.

“Sebelum diamankan di sini, dia sempat dikejar oleh warga karena tidak membayar transaksi belanja di Alfamart. Tadi dia lari dan meninggalkan sepeda motor beserta kuncinya,” terang Kuswanto, warga setempat.

Hingga berita ini dimuat, pelaku yang diduga korban hipnotis itu masih belum bisa dipintai keterangan apapun. Dia masih terlihat linglung, jangankan mengenal orang sekelilingnya, dirinyapun seolah tak ia kenali.

Iman pun dibawa oleh keluuarganya untuk diobati. Sementara, untuk semua tagihan, saat ini tengah diselesaikan oleh pihak keluarganya. (Suherman/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA