Kepulangan Korban Gempa dan Tsunami Palu Asal Banjar Diwarnai Isak Tangis Keluarga

Isak tangis keluarga korban gempa dan tsunami Palu Sulteng saat tiba di Banjar. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dua keluarga sebanyak tujuh orang korban gempa dan tsunami Palu, Sulteng, akhirnya bisa pulang ke Kota Banjar, Minggu (14/10/2018). Kepulangan mereka disambut isak tangis keluarga.

Dua keluarga yang terdiri dari Surastini (50), Ros (21), Agus Sulaeman (20), dan Ratih Puspitasari (18), serta Zulkifli (50), Sabina putri (23), dan Rani oktaviani (23) ini, tiba di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar sekitar pukul 17.00 WIB. Kepulangan mereka melalui Bandara Sultan Hasanudin Makasar menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung dan dijemput oleh anggota PMI Kota Banjar.

Zulkifli (50), salah satu korban mengaku sangat senang bisa kembali kumpul dengan keluarga setelah selama lebih dua pekan tinggal di salah satu posko pengungsian di Palu, Sulawesi Tengah.

“Saya merasa senang bisa kembali kumpul dengan keluarga di Banjar,” ujarnya sambil menangis.

Salah satu korban lainnya, Surastini (50) mengatakan, kepulangannya ke kampung halaman tanpa membawa apa-apa. Hal ini karena seluruh harta bendanya tidak bisa diselamatkan saat gempa mengguncang Kota Palu. Ia pun mengaku enggan kembali ke Kota Palu karena trauma.

“Saya tidak ingin kembali ke sana (Palu, red), saya beserta keluarga sangat trauma jika mengingat kembali saat kejadian itu,” katanya.

Kepala PMI Kota Banjar, Supratman mengatakan, bahwa kepulangan dua keluarga korban gempa dan tsunami Palu ini menurutnya berkat kerja sama semua pihak, sehingga para korban bisa kembali ke kampung halaman dan bisa ketemu dengan keluarga.

“Alhamdulillah, ini berkat kerja sama semua pihak, baik media, PMI, Pemkot Banjar, dan pihak keluarga korban,” katanya.

Ia menambahkan, kepulangan dua keluarga korban gempa di Palu ini pun berkat kesigapan salah satu anggota PMI Kota Banjar, Irfan yang tengah bertugas di Palu. Menurutnya, Irfan selalu berkoordinasi dengan PMI Banjar dan kemudian PMI Banjar berkoordinasi dengan PMI pusat supaya bisa membantu kepulangan dua keluarga yang ada di Palu ini untuk kembali ke Kota Banjar.

“PMI bertugas demi kemanusiaan, dan Alhamdulillah setelah kami berkoordinasi dengan semua pihak, akhirnya kami dari PMI bisa membawa pulang kedua keluarga tersebut ke Banjar,” imbuhnya.

Masih kata Supratman, bahwa pihak PMI pun langsung menyerahkan kedua keluarga korban gempa dan tsunami tersebut ke pihak keluarganya yang ada di Banjar.

“Alhamdulillah semuanya selamat, hanya satu orang yang sakit yaitu Ros (21) karena menderita difable. Kedua keluarga korban gempa ini langsung kami serahkan ke masing-masing keluarganya,” terangnya.

Ia pun mengatakan, bahwa Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih juga menengok langsung kepada para korban setelah datang dari Bandung nanti.

“Saat penyerahan kedua keluarga korban ini, Walikota sedang ada kegiatan di Bandung. Namun, nanti kalau sudah di Banjar, ia akan langsung menengok kepada para korban,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu keluarga korban yang ada di Banjar, Kusrina (34) mengaku sangat senang bisa bertemu kembali dengan keluarganya setelah dua puluh tahun berpisah. Ia pun bersyukur karena keluarganya selamat dari bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PMI dan awak media yang telah membantu membawa keluarga kami hingga kembali ke kampung halaman,” katanya.

Salah satu keluarga korban lainnya, Rita (40), mengaku sangat bersyukur karena keluarganya sudah kembali ke Banjar.

“Syukur alhamdulillah saya sudah lega saat ini, karena keluarga saya selamat dari bencana di Palu dan kini sudah bisa berkumpul kembali di Banjar. Saya pun tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu, terutama kepada PMI Kota Banjar,” katanya.

Kedua keluarga korban gempa di Palu tersebut kini telah dibawa oleh keluarganya masing-masing yang berada di Banjar. Surastini (50), Ros (21), Agus Sulaeman (20), dan Ratih Puspitasari (18), kini kembali ke kampung halamannya di Lingungan Parungsari RT 7/3, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Sedangkan Zulkifli (50), Sabina putri (23), dan Rani oktaviani (23) kini tinggal bersama keluarganya di Lingkungan Parunglesang, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. (Hermanto/R6/HR-Online)