Biar Penumpang Nyaman, Kelaikan Transportasi Umum di Ciamis Diperiksa Polisi

Satlantas Polres Ciamis menggelar operasi Ramcek angkutan umum di Termainal Ciamis. Foto : Fahmi Albartianysah/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Satlantas Polres Ciamis menggelar operasi Ramcek transportasi umum di Termainal Ciamis. Operasi tersebut sudah dua hari dilaksanakan, dimulai hari Minggu 19 Mei 2019, sampai dengan 7 hari kedepan.

Operasi tersebut dilaksanakan Polres Ciamis bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Ciamis dan TNI. Dalam operasi, petugas mengecek kelaikan kendaraan dan kelengkapan seluruh mobil angkutan yang melintas ke Terminal Ciamis.

“Kami melakukan operasi Ramcek kendaraan khusus angkutan umum yang melintas Terminal Ciamis. Pengecekan mulai dari kelayakan mobil dan surat-surat kelengkapan kendaraan,” ujar Kasatlantas Polres Ciamis, AKP. M Bima Gunawan Jauharie, S.I.K saat diwawancara di Terminal Ciamis, Senin siang (20/05/2019).

Bima menjelaskan, tujuan dilaksanakan Ramcek yaitu untuk persiapan operasi ketupat. Nantinya kendaraan angkutan umum semuanya lengkap dan layak guna, serta mengurangi angka kecelakaan.

“Kami persiapan dari sekarang, agar nanti semua kendaraan umum layak dan lengkap. Kami mengutamakan keselamatan berkendara. Jangan sampai nanti pada saat sibuk banyak pemudik lebaran, kendaraan yang dipakai tidak layak dan lengkap,” tuturnya.

Bima mengungkapkan, pihaknya khawatir terhadap kelaikan transportasi umum saat membawa banyak penumpang. Maka salah satunya menggelar Ramcek untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkan moda transportasi umum.

“Ini (operasi ramcek) kami lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Karena kami khawatir kelaikan dan kelengkapan moda transporasi umum,” katanya.

Petugas Dishub Ciamis, Yanti, menjelaskan, Polres Ciamis melibatkan Dishub Ciamis untuk membantu mengecek kelaikan kendaraan dan ijin trayek moda transportasi umum. Dalam operasi tersebut, pihaknya mendapati kendaraan umum jenis bus patas yang tidak sesuai trayek. Termasuk mobil bus mini yang tidak memiliki STNK.

Sementara ini, kata Yanti, pihaknya sudah melayangkan peringatan kepada pengusaha/ pemilik yang bersangkutan. Pihaknya meminta pengusaha melengkapi dokumen atau surat-surat kelengkapan kendaraan. (Fahmi/Koran HR)