Jelang HUT RI, Penjual Bendera di Kota Banjar Mulai Bermunculan, Kebanyakan dari Garut

penjual bendera
Heri, penjual bendera asal Garut yang berjualan di sekitar Doboku. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Menjelang HUT RI ke-74 tahun 2019, penjual bendera dan umbul-umbul dadakan mulai bermunculan di berbagai sudut wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, seperti di Doboku, Viaduct, Tanjungsukur maupun di sekitar irigasi.

Heri (36), pedagang asal Garut, mengaku berjualan bendera lebih awal lantaran peringatan HUT RI jatuh di tanggal 17. Artinya, dirinya hanya berjualan tidak full selama satu bulan.

“Saya tahun kemarin jualan juga di sini. Karena puncaknya pertengahan bulan, makanya saya mulai start jualan, mumpung belum begitu banyak yang jualan. Walaupun nantinya bakal banyak pedagang bendera di mana-mana, terutama di Banjar ini,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (23/07/2019).

Ia menuturkan, jauh-jauh dari Garut berjualan bendera ke Banjar sudah menjadi sesuatu hal yang biasa bagi dirinya dan warga lainnya yang sama-sama berjualan bendera. Sebab, setiap menjelang Agustusan, penjual bendera dan umbul-umbul di Indonesia didominasi oleh warga Garut.

“Ya memang begitu adanya. Pokoknya, istilahnya dari Sabang sampai Merauke rata-rata yang jualan seperti ini orang Garut. Saya saja dulu pernah jualan di Sulawesi bersama puluhan orang Garut, ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur,” tuturya.

Bendera yang dijualnya itu, bahannya berasal dari wilayah Bandung dan dijahit di Garut. Adapun harganya, untuk bendera Rp20 ribu per potong, umbul-umbul Rp25 ribu, sedangkan background seharga Rp250 ribu.

Sebelum berjualan bendera, Heri mengaku berjualan kacamata di Garut. Memanfaatkan momen ini, ia sengaja berjualan untuk meraup pundi-pundi rupiah meski jauh dari rumah.

“Ya untuk tambah-tambah di rumah. Paling repot itu ketika ada yang beli nawar. Padahal, paling kita untung bisa di angka Rp5 ribuan. Nanti kalau sudah selesai Agustusan, ya kita kembali lagi seperti semula,” imbuhnya lagi.

Selain orang Garut, kata Heri, biasanya yang berjualan bendera juga ada warga Tasikmlaya atau warga Cirebon. Sedangkan, yang berasal dari Kota Banjar, biasanya ujung-ujungnya barangnya berasal dari Garut.

“Jadi yang dikenal dari Garut bukan hanya tukang cukur saja, tapi penjual bendera juga. Ini salah satu bentuk kecintaan kita terhadap negeri ini. Toh kita hanya meramaikan dan melanjutkan perjualan para pahlawan. Hanya dengan memasang bendera, itu salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari bentuk kecintaan kita terhadap Indonesia ini,” pungkasnya. (Muhafid/Koran-HR)

Loading...